Optimalisasi Operasi Hulu Migas, Pertamina Kolaborasi Dengan Halliburton

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta -

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan daya nasional melalui ekspansi kerja sama global. Langkah ini dilakukan untuk mendorong peningkatan keahlian sektor hulu minyak dan gas bumi.

Dalam agenda strategis di Houston, Amerika Serikat (AS), Pertamina berjumpa dengan Halliburton untuk menyelaraskan pemanfaatan teknologi. Kolaborasi ini diarahkan guna mendukung optimasi operasi hulu migas pertamina

Penyelarasan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman nan ditandatangani pada Februari antara PT Pertamina (Persero) dan Halliburton, dengan konsentrasi pada area prioritas kerja sama serta pengembangan jalur penerapan nan lebih konkret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua pihak konsentrasi pada dua area prioritas, ialah optimasi keekonomian multistage fracturing (MSF) serta percepatan monetisasi sumber daya migas nonkonvensional Indonesia dengan memanfaatkan pengalaman operasional Halliburton di AS.

Deputy President Director PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan teknologi digital dan model eksekusi nan telah teruji di lapangan menjadi kunci dalam membuka potensi reservoir nan kompleks di Indonesia.

"Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi nan tepat untuk meningkatkan keahlian hulu. Melalui kerjasama dengan pemimpin teknologi dunia seperti Halliburton, kami menargetkan optimasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Dari pihak Halliburton, Senior Vice President of Production Enhancement, Eric Holley, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produksi Pertamina.

"Halliburton berkomitmen kuat untuk bekerja-sama dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia. Kami siap menghadirkan kapabilitas terbaik kami di bagian fracturing dan production enhancement untuk mendukung Pertamina dalam memonetisasi Low Quality Reservoirs melalui MSF, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem sumber daya non-konvensional Indonesia secara lebih luas," terangnya.

Sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman, Pertamina dan Halliburton juga menjajaki sejumlah inisiatif kerja sama ke depan, termasuk pemanfaatan agentic AI untuk interpretasi bawah permukaan dan pemodelan reservoir, pengembangan Unconventional Early Development Concept (EDC) dengan konsentrasi pada optimasi kreasi fracturing, Multilateral Drilling and Completion, Integrated Asset Management untuk lapangan mature, serta beragam program berbasis teknologi lainnya guna mendukung efisiensi dan peningkatan produksi hulu.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan program percontohan, alih teknologi, serta pengembangan kapabilitas di bagian pemboran, penyelesaian sumur, optimasi produksi, dan operasi hulu berbasis digital.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerjasama nan terstruktur dengan Halliburton guna meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas teknis, serta mendukung ketahanan daya Indonesia dalam jangka panjang.


(anl/ega)

Sumber finance