Foto Bisnis
Muhammad Firman - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2026 20:00 WIB
Jakarta - KSSK menyoroti ketidakpastian dunia akibat bentrok Timur Tengah. Risiko lonjakan daya dan tekanan pasar dinilai perlu terus diantisipasi.

Dalam konvensi tersebut, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyepakati untuk terus mencermati akibat tekanan ekonomi global, khususnya akibat bentrok di area Timur Tengah nan dinilai berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi domestik.

Dinamika penyelesaian bentrok di Timur Tengah tetap menjadi aspek utama nan memicu volatilitas pasar finansial global, termasuk terhadap lonjakan nilai energi. Kondisi tersebut membikin KSSK perlu terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap keahlian perekonomian dan sektor finansial nasional.

KSSK nan terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dalam melakukan langkah mitigasi risiko, baik antar personil maupun dengan kementerian dan lembaga lainnya.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tercatat cukup baik, ialah sebesar 5,61 persen, KSSK tetap mewaspadai beragam potensi tekanan ke depan. Evaluasi terhadap perkembangan ekonomi pada triwulan II pun bakal terus dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian global.
 
 
 
 
 
 
 
 
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·