Operasi Modifikasi Cuaca Dikerahkan Tangani Karhutla Di Kalteng, Satu Pesawat Cessna Disiagakan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

– Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) berbareng Pemerintah Provinsi (Kalteng) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah sigap penanganan darurat musibah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya sejumlah wilayah di Bumi Tambun Bungai nan mengalami hari tanpa hujan hingga 30 hari.

​Keputusan tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan OMC nan digelar di Posko OMC, Ruang Rapat Pemadam Kebakaran Bandara Tjilik Riwut, , Senin, 15 Juni 2026.

​Operasi udara ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 100.3.3.1/142/2026 tertanggal 25 Mei 2026 mengenai Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla, serta menindaklanjuti permohonan support dari Pemerintah Provinsi Kalteng kepada BNPB.

​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBPK Kalteng, Alpius Patanan menyampaikan apresiasi atas respons sigap BNPB.

“Operasi Modifikasi Cuaca saat ini sangat krusial untuk memastikan kesiapan persediaan air tanah, khususnya di lahan gambut, menjelang puncak musim kemarau,” ujar Alpius.

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (), wilayah Kalteng bagian selatan-seperti Kabupaten dan -telah memasuki fase kritis dengan catatan 20 hingga 30 hari tanpa hujan pada dasarian pertama Juni.

Meski gambaran satelit belum mendeteksi adanya titik panas (hotspot) nan signifikan, tingkat kemudahan terbakar (Fire Danger Rating System/FDRS) di wilayah selatan hingga tengah Kalteng sudah masuk kategori “Sangat Mudah Terbakar”.

​Perwakilan Pusat, Fikri, menegaskan bahwa sasaran utama penyemaian awan adalah area lahan gambut nan membentang dari wilayah tengah hingga selatan.

“Target prioritas utama adalah area lahan gambut. Jika kelak terpantau adahotspot, penyemaian bakal difokuskan langsung di atas titik tersebut untuk memadamkan api sejak dini,” katanya.

Untuk mendukung operasi ini, BNPB menunjuk PT Arjuna Cakrawala Perkasa sebagai penyedia jasa udara. Satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B EX telah disiagakan di Bandara Tjilik Riwut untuk beraksi selama periode 15-19 Juni 2026.

​Perwakilan PT Arjuna Cakrawala Perkasa, Fadlhan, menjelaskan bahwa pesawat tersebut mempunyai kapabilitas angkut bahan semai hingga 1 ton per sorti.

“Saat ini ada 3,5 ton garam semai nan sudah siap di penyimpanan bandara, dan 6,5 ton lainnya sedang dalam perjalanan, sehingga total persediaan kita mencapai 10 ton,” jelas Fadlhan.

​Guna mengoptimalkan potensi awan, muncul usulan agar penyemaian ditingkatkan hingga tiga sorti per hari. Selain OMC, pemerintah menyiapkan strategi hybrid nan melibatkan patroli udara, serta rencana operasional tujuh unit helikopter water bombing dan dua unit helikopter patroli nan saat ini perizinannya tengah diproses oleh BNPB.

​Pihak otoritas bandara, AirNav Indonesia, dan TNI AU menyatakan support penuh terhadap operasi kemanusiaan ini. AirNav apalagi telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) unik guna menjamin keselamatan penerbangan.

Mengingat operasional airport reguler berhujung pukul 17.30 WIB, PT Angkasa Pura menyatakan kesiapannya untuk memberikan perpanjangan waktu terbang (extend) jika dibutuhkan.

​”Kami telah menyiapkan akomodasi ruang penyimpanan garam dan ruang rapat posko. Jika ada kebutuhan terbang malam, sistem extend bisa diajukan untuk disetujui General Manager,” ungkap Bayu dari PT Angkasa Pura.

​Sebagai langkah pemantauan, tim campuran menjadwalkan pertimbangan berkala secara daring melalui briefing pagi pukul 10.00 WIB dan sore pukul 16.00 WIB untuk memperbarui info spasial dan arah pergerakan awan.

(Syauqi)

Sumber info-lokal