Jakarta -
Kamar Dagang Indonesia (KADIN) menyambut baik keberhasilan obligasi dunia nan diterbitkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Diketahui, instrumen ini sukses menghimpun biaya dunia US$ 1,5 miliar dengan pemesanan mencapai US$ 4,6 miliar.
Wakil Ketua Umum Bidang Kepatuhan dan Etika Bisnis KADIN, Haryara Tambunan, menilai kesuksesan obligasi goobal ini modal krusial untuk mendongkrak ekonomi. Selain itu, capaian ini juga bukti esensial ekonomi nasional nan kuat di tengah ketidakpastian global.
Haryara menegaskan, tingginya minat pasar terhadap surat utang negara (SUN) mencerminkan persepsi positif penanammodal global. KADIN berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut melalui kemudahan dan kepastian upaya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah momentum dan bukti nyata bahwa esensial ekonomi Indonesia tetap kuat dan diakui oleh dunia, oleh lantaran kami (KADIN) bakal sepenuhnya mengerahkan daya serta upaya untuk menjaga kepercayaan ini agar Indonesia terus maju dan lebih baik ke depannya" ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).
Ia mengaku bakal melakukan konsolidasi dengan pemerintah dan menjadi jembatan bagi pelaku pasar untuk terus meningkatkan suasana investasi nasional.
Seperti diketahui sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan biaya hasil publikasi obligasi dunia (global bond) perdana bakal masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
(ahi/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·