Negosiasi Lebanon Dan Israel Di As, Bahas Hizbullah?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebanon dan Israel sepakat menggelar negosiasi langsung di Washington, Amerika Serikat, pada Selasa (14/4), setelah pembicaraan sebelumnya dinilai produktif.

Pertemuan ini menjadi sejarah lantaran menjadi perbincangan langsung tingkat tinggi pertama kedua pihak sejak 1993, dengan mediasi AS dan melibatkan duta besar masing-masing negara untuk AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah Israel dan Lebanon tengah melakukan pembicaraan diplomatik terbuka, langsung, dan tingkat tinggi, nan pertama sejak 1993, dengan perantara Amerika Serikat," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

"Pembicaraan ini bakal mencakup kelanjutan perbincangan mengenai gimana menjamin keamanan jangka panjang perbatasan utara Israel serta mendukung tekad pemerintah Lebanon untuk memulihkan kedaulatan penuh atas wilayahnya," tambah pejabat itu, dikutip AFP.

Agenda utama dalam negosiasi ini mencakup rumor pengamanan senjata, pelucutan senjata golongan Hizbullah, serta penjajakan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian nan lebih luas.

Namun, posisi kedua pihak tetap sangat bertolak belakang. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya menginginkan pelucutan total senjata Hizbullah dan mendorong tercapainya perjanjian tenteram jangka panjang.

Israel juga mengusulkan proposal berupa pembagian Lebanon selatan menjadi tiga area keamanan.

Zona pertama, nan berada hingga sekitar 8 kilometer dari perbatasan, bakal berada di bawah kehadiran militer Israel secara intensif hingga Hizbullah dibubarkan.

Zona kedua, hingga Sungai Litani, bakal menjadi wilayah operasi Israel nan secara berjenjang diserahkan kepada militer Lebanon.

Sementara itu, wilayah di utara Sungai Litani bakal sepenuhnya menjadi tanggung jawab tentara Lebanon, termasuk dalam proses pelucutan senjata Hizbullah.

Para pejabat Israel juga mengemukakan pendapat untuk membangun kembali "zona penyangga" di Lebanon selatan.

Di sisi lain, Hizbullah meminta agar Israel menarik diri dari wilayah selatan negara itu terlebih dulu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata 2024 antara golongan bersenjata itu dan Israel.

Kesepakatan 2024 mengharuskan pasukan Israel untuk menarik diri dari Lebanon selatan, dan Hizbullah untuk mengakhiri kehadirannya di selatan negara itu.

Namun Israel tidak pernah sepenuhnya menarik diri dan menyerang nyaris setiap hari di Lebanon. Hizbullah tidak membalas hingga pembunuhan Ali Khamenei pada 1 Maret 2026.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional