Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara teluk mulai membuka wilayah udara untuk penerbangan komersial setelah nyaris ditutup imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Negara-negara teluk seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Suriah menutup wilayah udara akibat serangan Iran ke sejumlah negara teluk nan menjadi sekutu AS dan Israel.
Tetapi setelah nyaris dua bulan tutup, Bandara Internasional Kuwait membuka penerbangan komersial mulai dibuka pada Kamis (23/4) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Gulfnews berdasarkan laporan instansi buletin pemerintah, Kuna, penerbangan bakal dilakukan bertahap. Langkah ini menandai dimulainya kembali operasi berjenjang usai penangguhan sementara sebagai tindakan pencegahan sejak 28 Februari.
Bandara Internasional Kuwait membuka penerbangan komersial berjenjang ini mulai dari Terminal 4 dan 5 untuk tujuan tertentu mulai Minggu (26/4).
Ketua Otoritas Penerbangan Sipil Umum, Sheikh Hamoud Mubarak Al Sabah, mengatakan pembukaan penerbangan komersial ini hasil koordinasi dengan otoritas domestik dan internasional mengenai guna memastikan pengoperasian melangkah sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan tertinggi.
Menurut Sheikh Hamoud, pembukaan kembali ini merupakan bagian dari pendekatan berjenjang nan direncanakan dengan jeli guna memulihkan lampau lintas udara. Selanjutnya, pengoperasian penuh penerbangan komersial ini bisa dijalankan pada waktunya.
Mengenai kerusakan nan terjadi akibat serangan Iran dan tindakan golongan bersenjata nan terafiliasi menurut pihak berkuasa sudah ditangani. Tim teknis melakukan pemeliharaan dan perbaikan guna memulihkan kesiapan operasional.
Pembukaan penerbangan komersial ini bakal dibatasi pada destinasi terpilih berasas prioritas operasional. Setiap fase bakal dievaluasi secara berkala sebelum ekspansi lebih luas.
Sheikh Hamoud memberikan apresiasi atas upaya staf penerbangan dan pihak pemerintah nan terlibat dalam mengelola situasi dan mempercepat pemulihan. Dia memuji support Arab Saudi dalam memfasilitasi maskapai penerbangan Kuwait melalui bandara-bandaranya.
Dia juga menyoroti koordinasi antar negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) alias Dewan Kerja Sama Teluk dalam menjaga kontinuitas lampau lintas udara selama krisis. Tidak hanya itu, Sheikh Hamoud juga memuji support kepemimpinan politik nan membantu mempercepat pembukaan kembali bandara.
Sementara menurut Peninsula Qatar, Qatar Airways mengumumkan dimulainya kembali operasi penerbangan antara Doha dan tujuan-tujuan utama di Timur Tengah.
Di antara destinasi nan dibuka kembali oleh Qatar Airways adalah jasa harian ke Uni Emirat Arab dan Suriah. Mulai Kamis, Qatar Airways membuka penerbangan harian ke Dubai (DBX) dan Sharjah (SHJ). Sedangkan untuk penerbangan harian ke Damaskus (DAM) bakal dimulai pada Jumat (1/5) pekan depan.
Pengaktifan kembali wilayah udara Qatar ini bagian dari pemulihan berjenjang jaringan dunia maskapai. Berdasarkan pengumuman maskapai pada pertengahan April, ekspansi agenda penerbangan dilakukan ke lebih dari 150 destinasi di enam benua mulai 16 Juni 2026.
(sry/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·