SAMPIT – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) Ke-3 Tingkat Kecamatan Baamang resmi ditutup, Senin 22 Juni 2026 malam. Penutupan ditandai dengan pemukulan rebana oleh Camat Baamang Yudi Aprianur serta jajaran.
Selama tiga hari pelaksanaan, sejak 19 hingga 22 Juni 2026, lantunan ayat suci Al Quran dan syiar Islam melalui seni qasidah menggema di wilayah Kecamatan Baamang.
Yudi Aprianur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak nan telah berkontribusi menyukseskan aktivitas tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana nan telah bekerja keras siang dan malam sehingga MTQ dan Festival Seni Qasidah ini dapat melangkah dengan baik,” kata Yudi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada majelis pengadil dan panitera nan telah menjalankan tugas secara objektif dan adil, serta kepada masyarakat, donatur, perusahaan, dan beragam pihak nan telah memberikan dukungan.
Menurut Yudi, penyelenggaraan MTQ tahun ini menunjukkan hasil nan menggembirakan. Bahkan, berasas laporan panitia, aktivitas nan semula diperkirakan mengalami kekurangan anggaran hingga akhir mengalami surplus.
Kepada para peserta, Yudi berpesan agar menjadikan MTQ bukan sekedar arena meraih kemenangan, tetapi sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran dan seni budaya Islam.
Bagi peserta nan sukses menjadi juara, dia meminta agar tidak sigap berpuas diri lantaran tetap ada tantangan nan lebih besar, ialah mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ Tingkat Kabupaten Kotim nan dijadwalkan berjalan di Kecamatan Mentaya Hulu pada September 2026.
“Persiapkan diri dengan lebih matang. Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuan. Saya berambisi tahun ini Kecamatan Baamang minimal bisa masuk lima besar tingkat kabupaten,” tegasnya.
Sementara bagi peserta nan belum sukses meraih prestasi, Yudi meminta agar tidak berkecil hati dan terus berlatih untuk menghadapi penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Ia juga menyoroti tetap adanya sejumlah bagian lomba nan belum dapat dipertandingkan lantaran minim peserta. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Baamang berbareng seluruh komponen masyarakat.
“Berdasarkan informasi, tetap ada beberapa bagian nan belum mempunyai peserta. Ini menjadi tugas kita berbareng agar pada MTQ mendatang seluruh bagian lomba dapat terisi,” ungkapnya.
Yudi berambisi penyelenggaraan MTQ dan FSQ tidak hanya menjadi arena kompetisi, melainkan bisa mempererat ukhuwah Islamiyah serta membumikan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda di tengah perkembangan era digital. (nardi)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·