Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan, Jumat (24/4) waktu setempat. Ia datang untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).
Melansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengkonfirmasi kehadiran Araghchi di Islamabad. Sejumlah tentara militer disiagakan di seluruh bagian pusat kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dua sumber pemerintah, Araghchi bakal langsung menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Hotel Serena, tempat putaran pertama pembicaraan dengan AS diadakan.
Araghchi menulis di X bahwa dia mengunjungi Pakistan, Oman, dan Rusia untuk berkoordinasi mengenai urusan bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Kunjungan tersebut bakal mencakup konsultasi tentang upaya terbaru untuk mengakhiri perang.
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pejabat negaranya--dalam perihal ini Araghchi--tidak bakal berjumpa perwakilan AS. Pihak Iran hanya bakal menyampaikan pandangannya ke perwakilan Pakistan.
Padahal, sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran berencana untuk memenuhi tuntutan AS dengan sejumlah tawaran. Namun, tak dijelaskan dengan pasti tawaran apa nan dimaksud.
Sebelumnya, Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt juga mengatakan bahwa utusan unik AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bakal berangkat ke Pakistan pada Sabtu (25/4) pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Araghchi. Ia juga optimistis bahwa ada beberapa kemajuan dari pihak Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, Iran mempunyai kesempatan untuk membikin kesepakatan baik dengan negaranya.
"Iran tahu bahwa mereka tetap mempunyai kesempatan untuk memilih dengan bijak. nan perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir dengan langkah nan berarti dan dapat diverifikasi," ujar Hegseth.
Pada medio April lalu, perundingan tenteram putaran pertama telah berjalan di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan. Putaran terakhir perundingan sebelumnya diperkirakan bakal dilanjutkan pada Selasa (21/4), namun tak terjadi. Iran mengaku belum siap untuk datang dan delegasi AS juga belum meninggalkan negaranya.
Pada Selasa, Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi pertemuan para negosiator.
Sejak meletus pada 28 Februari lalu, bentrok antara Iran dan AS tetap terus berjalan hingga saat ini. Konflik ini berkapak pada banyak sektor, termasuk gangguan di Selat Hormuz nan membikin nilai minyak terus melonjak.
(asr)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·