Menlu As Temui Paus Leo Di Vatikan, Bahas Ketegangan Timur Tengah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio berjamu ke Vatikan dan berjumpa kepala negara sekaligus pemimpin gereja sedunia Paus Leo XIV pada hari ini, Kamis (7/5).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan Rubio dan Leo membahas hubungan kedua negara, hingga situasi di Timur Tengah.

"Pertemuan itu menggarisbawahi hubungan nan erat antara Amerika Serikat dan Takhta Suci dan komitmen berbareng mereka untuk mempromosikan perdamaian dan martabat manusia," kata Pigott, dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Vatikan Pietro Parolin mengatakan Rubio membahas "upaya mencapai perdamaian kekal di Timur Tengah." Diskusi di antara Leo dan Menlu AS itu juga merefleksikan kerja sama kedua negara dalam "memajukan kebebasan beragama."

Kunjungan Rubio ke Vatikan berjalan di tengah ketegangan nan terjadi di Timur Tengah imbas perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran pada akhir Februari. Lawatan ini juga terjadi setelah Leo dan Trump sempat berbeda soal perang nan dimulai AS dan sekutunya.

Leo mengatakan Yesus sebagai Raja Damai mengajarkan perdamaian bukan mengobarkan kekerasan apalagi ketika perang di sekitarnya mengancam. Dia juga mengatakan Yesus tak menerima angan orang-orang nan tangannya bersimbah darah, tanpa menyebut nama siapa pun.

Kemudian pada 12 April, Trump membalas pernyataan Paus. Ia menyebut Leo tak bakal bisa berada di posisi tersebut jika politikus Republik ini tak jadi presiden.

Trump lantas menegaskan AS tak butuh Paus nan mengkritik kepala negara dan kebijakannya termasuk serangan ke Iran. Beberapa hari ke depan, mereka tetap berselisih.

Kemudian pada 14 April, Leo kembali menyerukan Tuhan tak suka orang-orang nan menyebabkan kekerasan dan kerusakan.

Namun, dia tak menyebut secara rinci pelaku perang nan dimaksud. Leo hanya menggambarkan secara umum bahwa Tuhan sedih perang di bumi ini tetap berkobar.

"Hati Tuhan terkoyak lantaran perang, kekerasan, ketidakadilan, dan kebohongan. Tetapi hati Bapak kita tidak berbareng orang-orang jahat, orang-orang nan sombong, alias orang-orang nan angkuh," tutur Paus.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional