China Vonis Mati Bersyarat Dua Eks Menhan Pelaku Korupsi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Militer China menjatuhkan balasan meninggal dengan penangguhan dua tahun terhadap dua mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu nan terlibat kasus korupsi, Kamis (7/5).

Hukuman tersebut artinya Wei dan Li tak bakal langsung dieksekusi mati, dan diberikan masa percobaan selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, sama-sama dijatuhi balasan meninggal dengan penangguhan dua tahun atas tuduhan korupsi," demikian laporan instansi buletin China, Xinhua.

Pengadilan bakal mengubah balasan meninggal menjadi balasan seumur hidup jika selama dua tahun itu Wei dan Li berkelakuan baik serta tak melakukan pelanggaran apapun.

"Putusan pengadilan menyatakan tidak bakal ada lagi pengurangan balasan alias pembebasan bersyarat nan diizinkan setelah balasan mereka dikurangi menjadi penjara seumur hidup sesuai dengan norma usai masa penangguhan selama dua tahun berakhir," lanjut laporan itu.

Kedua eks Menhan itu dijatuhi balasan secara terpisah. Menurut putusan pengadilan, Wei dinyatakan bersalah atas kejahatan menerima suap, dan Li dinyatakan bersalah atas kejahatan menerima dan menawarkan suap.

Tak hanya balasan tersebut, pengadilan juga mencabut kewenangan politik mereka seumur hidup dan menyita seluruh kekayaan pribadinya.

Wei saat ini berumur 72 tahun. Dia menjabat sebagai Menhan pada 2018 hingga 2023. Sementara Li menggantikan Wei dan menduduki posisi tersebut kurang dari delapan bulan, demikian dikutip CNN.

Pada 2023, Li sempat menjadi sorotan lantaran menghilang dari peredaran publik. Pejabat China menduga dia menjadi tahanan rumah lantaran kasus korupsi.

Di tahun nan sama, Komisi Anti Korupsi China menyelidiki Li dan Wei atas tuduhan korupsi.

Setelah pemberitaan itu, Presiden China merombak militer secara besar-besaran untuk memberantas korupsi dan memastikan loyalitas mutlak. Selain memecat Li dan Wei, Xi juga merombak seluruh ketua elit pasukan Roket setelah penyelidikan korupsi.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional