Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang laki-laki bersenjata melepaskan tembakan di Hotel Washington Hilton jamuan makan malam White House Correspondents' Association nan dihadiri Presiden Donald Trump pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.
Insiden itu memicu pasukan pengawal presiden (paspampres) hingga secret service dikerahkan dan segera mengevakuasi Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan jejeran kabinetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian Washington D.C mengungkap identifikasi perincian pelaku penembakan berjulukan Cole Tomas Allen, 31 tahun, asal Torrance, California.
Plt Kepala Kepolisian Washington D.C Jeffery Carrol mengatakan tersangka diduga menginap di hotel Washington Hilton, letak kejadian terjadi. Hal itu dikatakan nan menjelaskan kenapa dia bisa berada di lokasi.
Washington Hilton adalah letak penembakan Presiden Ronald Reagan pada 1981. Dia ditembak John Hinckley Jr di luar hotel. Insiden ini telah mendorong hotel ini dirancang ulang sampai menambahkan jalur keamanan unik presiden.
Berikut kronologi kejadian penembakan yang lagi-lagi menempatkan Trump dalam situasi bahaya:
Sekitar pukul 20.35 waktu Timur AS (00.35 GMT Minggu) bunyi tembakan terdengar nan semula diduga letusan. Berdasarkan rekaman video, para tamu di aktivitas makan malam di Washington Hilton pun langsung panik hingga berlindung di bawah meja ketika bunyi tembakan terdengar.
Tak lama kemudian, pemasok United States Secret Service bergerak sigap menuju Trump dan mengawal presiden beserta kabinet keluar dari ballroom.
Dikutip Reuters, Wali Kota Washington, D.C. Muriel Bowser dan Kepala Polisi sementara Jeffery Carroll mengatakan seorang pelaku tunggal menerobos pos pemeriksaan Secret Service di area lobi sembari berlari.
Carroll mengatakan tersangka menyerbu pos pemeriksaan di lobi hotel dengan membawa senapan laras panjang, pistol, dan beberapa pisau. Saat pelaku berlari melewati pos itu, personil Secret Service langsung mencegatnya.
Bowser menuturkan seorang pemasok Secret Service terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat. Ia menambahkan tersangka juga dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pertimbangan medis.
"Kami mengetahui abdi negara penegak norma sempat saling melepaskan tembakan dengan pelaku. ... Tersangka dalam kasus ini tidak terkena tembakan," kata Carroll.
"Petugas justru menjatuhkannya ke tanah dan memborgolnya," paparnya menambahkan.
Sekitar pukul 21.17 waktu Timur AS (01.17 GMT), Trump menyampaikan komentar pertamanya setelah kejadian tersebut.
Ia mengatakan abdi negara "bertindak sigap dan berani." Trump juga menulis di Truth Social bahwa "penembak telah ditangkap." Ia sempat merekomendasikan agar aktivitas tetap dilanjutkan.
Sekitar 20 menit kemudian, Trump kembali menulis bahwa abdi negara meminta dirinya dan para tamu lain meninggalkan letak acara, dan dia mematuhi permintaan tersebut. Ia mengatakan aktivitas bakal dijadwalkan ulang "dalam 30 hari."
Sekitar pukul 22.30, Trump memberikan keterangan pers di White House didampingi Direktur FBI dan pejabat sementara Jaksa Agung AS. Trump serta pejabat penegak norma lainnya mengatakan info awal menunjukkan tersangka bertindak sendirian.
Tersangka lampau tak lama didakwa menggunakan senjata api saat melakukan tindak kejahatan dengan kekerasan serta menyerang petugas federal menggunakan senjata berbahaya.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·