SAMPIT – Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikepung banjir hingga Senin 18 Mei 2026 setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu sore hingga malam.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang tergenang air. Selain menghalang aktivitas warga, banjir juga merendam puluhan rumah dan sejumlah akomodasi upaya masyarakat.
Di wilayah Kecamatan Baamang, BPBD Kotim mencatat sedikitnya 57 rumah penduduk terdampak genangan. Rinciannya lima rumah di Jalan Baamang 1, sebanyak 13 rumah di Jalan Christopher Mihing dan 39 rumah di Jalan Walter Conrad.
Ketinggian air di area tersebut bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter. Selain rumah warga, terdapat pula sejumlah gerai masyarakat nan ikut terdampak banjir, masing-masing tujuh gerai di Jalan Christopher Mihing dan lima gerai di Jalan Walter Conrad.
Dua titik genangan juga sempat menutupi badan jalan dengan tinggi air mencapai 35 sentimeter. Satu akomodasi umum ialah Panti Asuhan Bahagia turut terdampak dengan laman terendam air setinggi 10 hingga 15 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, banjir tetap menggenangi Jalan R Suprapto dan sejumlah gang di area Jalan Kopi Selatan hingga Senin siang. Tinggi genangan di Jalan R Suprapto berkisar 20 hingga 25 sentimeter.
BPBD juga mencatat satu rumah penduduk di Jalan Kopi Selatan terdampak banjir dengan air masuk hingga sekitar 10 sentimeter di atas lantai rumah.
Salah seorang penduduk Sandra menyebut banjir di Sampit sekarang dirasakan semakin parah setiap kali hujan deras turun. Warga berambisi pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan drainase nan dinilai belum maksimal dalam mengalirkan air hujan.
“Kalau hujan deras sekarang air lama surutnya. Drainase banyak nan tidak lancar sehingga air menggenang di jalan dan rumah warga,” ujarnya.
Warga diminta tetap waspada terrhadap kemungkinan bertambahnya genangan air. (Nardi)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·