Kerap Diabaikan, 5 Gejala Ini Sebenarnya Jadi Tanda Awal Kanker

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Bertambahnya usia kerap membawa beragam macam rasa sakit dan nyeri pada tubuh. Namun, tidak semua perubahan bentuk nan tidak nyaman bisa melulu disalahkan pada aspek penuaan, kelelahan bekerja, alias stres.

Nyatanya, rentetan keluhan biasa tersebut bisa jadi sirine dari penyakit mematikan, seperti kanker.

Dr Jad Chahoud, mahir onkologi sekaligus kepala petugas ilmiah di Orlando Health Cancer Institute, Amerika Serikat, mengungkapkan banyak pasien kanker nan baru menyadari indikasi penyakitnya setelah berbulan-bulan diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian besar pasien dapat memandang kembali dan mengidentifikasi gejala, nan sebenarnya sudah ada selama berminggu-minggu alias berbulan-bulan sebelum diagnosis," kata Dr Chahoud, dikutip dari New York Post.

"Tetapi mereka mengaitkannya dengan penuaan, stres, pekerjaan, alias menopause," sambungnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, tetapi melarang keras mengabaikan perubahan tubuh nan terjadi secara terus-menerus.

Jika suatu indikasi terasa baru, tidak dapat dijelaskan medis, dan memperkuat lebih dari beberapa minggu, pemeriksaan ke master adalah nilai mati.

Rasa takut dan malu sering kali membikin orang menunda pemeriksaan. Padahal, penemuan awal sangat krusial lantaran sel kanker jauh lebih mudah dijinakkan dan diobati jika ditemukan sejak stadium awal.

5 Alarm Kanker nan Sering Dikira 'Efek Samping' Lelah-Stres

Demi meningkatkan kewaspadaan, Dr Chahoud membeberkan lima indikasi kanker nan paling sering mengecoh dan dianggap sebagai perihal nan lumrah:

1. Kelelahan Ekstrem nan Makin Memburuk

Merasa lelah, lemas, alias linglung sering kali dituduh akibat agenda kerja nan padat alias kurang tidur. Tetapi, wajib berprasangka jika kelelahan tersebut berkarakter progresif alias makin memburuk, dan sama sekali tidak lenyap meskipun sudah beristirahat total.

Jenis kelelahan ekstrem ini sering kali berangkaian dengan kanker darah (leukemia dan limfoma), kanker usus besar, hingga kanker ginjal.

2. Berat Badan Turun Drastis Tanpa Diet

Bagi sebagian orang, mengalami penurunan berat badan secara mendadak mungkin dianggap sebagai keberuntungan. Padahal, menyusutnya berat badan sebanyak 5 persen alias lebih dalam waktu 6 hingga 12 bulan, tanpa adanya upaya diet alias olahraga, adalah tanda ancaman serius.

Gejala ini kerap menyertai kanker pankreas, paru-paru, lambung, hingga kolorektal.

3. Perubahan Pola Buang Air Besar (BAB)

Sembelit alias diare sering kali dianggap sebagai akibat dari salah makan. Tetapi, perubahan bentuk, ukuran, konsistensi, alias gelombang tinja tidak boleh diremehkan.
Karakteristik feses nan mendadak menjadi sangat tipis dan pipih bisa mengindikasikan adanya tumor nan menyumbat bagian dalam usus besar.

4. Gangguan Saluran Kemih di Malam Hari

Sering bolak-balik bilik mandi untuk buang air mini alias terbangun beberapa kali di malam hari kerap dianggap sebagai pengaruh pembesaran prostat jinak akibat penuaan.
Padahal, munculnya keluhan urine nan disertai darah alias penurunan pancaran urine bisa menjadi parameter kuat adanya kanker kandung kemih, ginjal, alias prostat.

5. Nyeri Punggung nan Terus-menerus

Meskipun sebagian besar nyeri otot dan pegal linu bukanlah kanker, kudu waspada jika nyeri punggung tersebut berkarakter akut, terus-menerus terjadi, dan intensitas sakitnya kian memburuk.

Nyeri nan menetap ini berpotensi menandakan adanya keterlibatan kanker pada organ dalam seperti ginjal, pankreas, hingga penyebaran ke tulang.

"Proses penuaan itu sendiri semestinya tidak menyebabkan penurunan sigap dalam emosi alias kegunaan bentuk Anda," tegas Dr Chahoud.

(sao/naf)

Sumber detik-health