Bagi pria, usia 30-an dan 40-an tahun merupakan fase keemasan sekaligus masa-masa tersibuk dalam hidup. Di tengah kejaran sasaran pekerjaan dan urusan keluarga, kesehatan pribadi justru menjadi perihal nan paling sering dilupakan.
Sebagian laki-laki dewasa mungkin merasa tubuhnya tetap energik dan aman-aman saja, hanya lantaran tidak merasakan indikasi sakit nan ekstrem. Padahal, tim medis memperingatkan bahwa rasa kondusif tersebut bisa jadi adalah peledak waktu.
Berbagai penyakit kronis akibat style hidup jelek sering kali mulai merayap diam-diam di usia ini tanpa memicu sirine nan disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi stres kerja, kurang tidur, pola makan berantakan, merokok, hingga konsumsi alkohol perlahan mengikis kesehatan organ dalam. Menariknya, tanda ancaman pertama justru sering kali muncul dari hal-hal sekunder nan kerap dianggap sepele oleh para pria.
4 Tanda Bahaya Kesehatan pada Pria
1. Disfungsi Ereksi Jadi Alarm Bocornya Pembuluh Darah Jantung
Banyak laki-laki mengira masalah disfungsi ereksi (DE) namalain kesulitan ereksi semata-mata hanya gangguan keperkasaan di atas ranjang. Faktanya, secara klinis performa 'burung' nan mulai loyo di usia 30-40 tahun merupakan salah satu parameter awal adanya gangguan sirkulasi darah dan penyakit kardiovaskular tersembunyi.
"Penyakit jantung tidak lagi terbatas pada lansia. Tekanan hipertensi dan kolesterol jahat di usia muda merusak pembuluh darah serta mempercepat pengerasan arteri," ungkap Dr Rishi Raj Vohra, Konsultan Urologi di Rumah Sakit CK Birla, India, dikutip dari India Today.
Ketika pembuluh darah mikro menuju organ intim mulai menyempit dan tersumbat, perihal itu menjadi sinyal kuat bahwa pembuluh darah besar menuju jantung pun sedang mengalami ancaman serupa.
2. Perut Buncit dan Kebiasaan Ngorok
Membawa 'lemak berlebih' di sekitar pinggang bukan sekadar merusak penampilan fisik. Obesitas sentral alias perut buncit mengenai erat dengan sindrom metabolik nan memicu glukosuria jenis 2.
Kondisi perut buncit ini juga menjadi biang kerok utama terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA), ialah gangguan di mana pernapasan seseorang sempat berakhir beberapa detik saat tidur.
Tandanya adalah kebiasaan mendengkur alias ngorok nan sangat keras, sakit kepala di pagi hari, serta kantuk berlebihan di siang hari. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kandas jantung mendadak saat tidur.
3. Ancaman Batu Ginjal dan Urine Berubah Warna
Ahli urologi sekarang mencatat adanya lonjakan drastis kasus batu ginjal pada laki-laki usia produktif. Kebiasaan malas minum air putih, terlalu sering mengonsumsi makanan sigap saji nan tinggi garam, serta kurang bergerak menjadi pemicu utamanya.
Pria sangat dilarang mengabaikan perubahan saat buang air kecil. Munculnya rasa anyang-anyangan (kebelet mendadak), aliran urine nan melemah, sensasi perih terbakar, hingga adanya darah dalam urine bisa menjadi indikasi jangkitan saluran kemih, batu ginjal, prostatitis, apalagi indikasi awal kanker.
4. Kesehatan Mental dan Anjloknya Hormon Testosteron
Stres kronis dan depresi akibat tekanan hidup dapat melejitkan hormon kortisol. Lonjakan hormon stres ini secara otomatis bakal mengacaukan kontrol gula darah, merusak metabolisme, dan menurunkan kadar hormon testosteron pria.
Efeknya, laki-laki bakal mengalami indikasi tumpang tindih seperti tubuh mudah lelah, konsentrasi memburuk, perubahan suasana hati (mood swings), hingga penurunan antusiasme seks secara drastis.
Menurut master konsultan penyakit dalam Dr Amit Prakash Singh, kesehatan nan baik bukan sekadar tidak adanya gejala. Maka dari itu, dia menyarankan untuk mulai rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan nan serius.
(sao/naf)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·