Kenapa Iran Sulit Dikalahkan As-israel? Ini Penjelasan Jk

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyatakan Iran susah dikalahkan oleh Amerika Serikat dan Israel lantaran keunggulannya dalam beberapa bidang.

Keunggulan itu terlihat dari penguasaan teknologi militer, pengetahuan pengetahuan, serta mentalitas negara Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, dalam bagian teknologi, JK menyatakan Iran susah dikalahkan lantaran mempunyai penguasaan teknologi militer.

"Mungkin hari ini Iran diserang, tapi Iran bakal melawan. Karena perang sekarang bukan perang orang, perang teknologi. Siapa nan menguasai teknologi, dia nan menang," kata JK dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (7/4).

JK kemudian membandingkan kekuatan teknologi nan dimiliki Iran dengan Palestina.

"Kenapa Palestina kalah? Karena teknologinya tidak ada. Kenapa Iran bertahan? Karena teknologi dia kuat. Di bawah gunung dia bikin terowongan, dia bikin (senjata). Di mana (asal) ahlinya? Dari universitas," tegasnya, dikutip Detik.com.

Kedua, JK membahas kekuatan Iran berasal dari bangsa Persia nan mempunyai sejarah panjang sebagai pusat pengetahuan pengetahuan dunia.

"Dalam sejarah Islam, ahli-ahli pengetahuan sains dan teknologi jaman abad ke-7 ke-8 itu lebih banyak dari Persia. Ahli matematika Al-Khwarizmi orang Persia, mahir kedokteran Ibnu Sina dari Persia, mahir astronomi juga Persia. Jadi memang Persia mempunyai spirit pengetahuan pengetahuan," tutur JK.

Ketiga, soal mentalitas bangsa Iran. JK menyebut mentalitas itu terbentuk dari sejarah nan berbeda dengan sejumlah negara Arab lainnya.

"Dia (Iran) tidak pernah dijajah. Negara Arab dijajah oleh Inggris dan Prancis, tapi Iran alias Persia tidak," ujarnya.

JK menilai AS kerap memulai bentrok sebagai tekanan terhadap negara lain, terutama di Timur Tengah, sekaligus untuk mendorong penjualan senjata.

"Amerika tidak pernah menang perang setelah Perang Dunia Kedua. Di Korea tidak bisa menang, di Vietnam lari terbirit-birit, di Afghanistan lari juga, di Irak juga begitu," kata JK.

JK menyatakan, Iran sadar bahwa AS menggunakan pengaruh ekonomi dan diplomasi senjata. Namun, Iran tidak takut dan tetap terus melanjutkan peperangan tersebut.

"Seluruh negara Arab baru sadar bahwa Amerika itu hanya bentak saja agar bisa bantu macam-macam, akhirnya beli senjata sekian miliar dolar. Karena itu, jika Anda belajar hubungan internasional, Anda kudu tahu sejarah," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional