Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin oposisi sekaligus mantan perdana menteri Israel, Yair Lapid, bakal berasosiasi dengan mantan PM Naftali Bennett dalam pemilihan umum pada akhir tahun ini demi menggulingkan petahana PM Benjamin Netanyahu.
Lapid mengatakan ia dan Bennett bakal maju dalam satu daftar campuran pada pemilu parlemen nan dijadwalkan berjalan pada Oktober mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan di X pada Minggu (26/4), Lapid menyatakan keduanya bakal "mengumumkan hari ini langkah pertama dalam proses memperbaiki Negara Israel: penggabungan Yesh Atid dan 'Bennett 2026' menjadi satu partai nan dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett."
"Langkah ini menghadirkan penyatuan Blok Perbaikan, sehingga seluruh upaya dapat difokuskan untuk membawa Israel menuju pemulihan nan dibutuhkan," ucapnya seperti dikutip AFP.
Lapid dan Bennett merupakan pengkritik vokal Netanyahu, terutama soal perang-perang Israel sejak Oktober 2023 ke Jalur Gaza Paleatina. Lapid apalagi menyebut gencatan senjata dua pekan dengan Iran baru-baru ini sebagai "bencana politik".
Bennett merupakan politikus berpatokan kanan dan dikenal sebagai pendukung lama permukiman Israel di Tepi Barat Palestina nan diduduki. Sementara itu, Lapid nan berpatokan tengah, sebelumnya membentuk pemerintahan koalisi pada Juni 2021.
Pemerintahan itu digantikan pada akhir 2022 oleh manajemen saat ini nan dipimpin Netanyahu, setelah Bennett pada Juni tahun tersebut menyatakan koalisinya sudah tidak lagi dapat dipertahankan. Lapid kemudian sempat menjabat sebagai perdana menteri sementara.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Bennett adalah kandidat nan paling berkesempatan mengalahkan Netanyahu dalam pemungutan bunyi Oktober mendatang.
Bennett, berumur 54 tahun, merupakan putra imigran asal Amerika Serikat dan mantan pengusaha teknologi tinggi. Ia menjual perusahaan rintisannya pada 2005 seharga 145 juta dolar AS.
Sebagai mantan perwira pasukan komando Israel, Bennett mempunyai profil nan dinilai menarik bagi sebagian generasi muda negara itu setelah lebih dari dua tahun perang Gaza.
Ia pernah menjadi penasihat Netanyahu, namun seiring waktu berubah menjadi penentang keras kebijakan mantan mentornya tersebut.
Bennett sebelumnya juga pernah memimpin beberapa partai sayap kanan sebelum membentuk pemerintahan persatuan luas pada 2021.
Sementara pasangan politik barunya, Lapid nan berumur 62 tahun, adalah putra mendiang wartawan sekaligus menteri Tommy Lapid, seorang penyintas Holocaust, dan penulis ternama Shulamit Lapid.
Sebagai wartawan televisi terkenal, Lapid masuk bumi politik pada 2012 dengan mendirikan Yesh Atid, nan kemudian menjadi kekuatan politik terbesar kedua di Israel.
Sejak saat itu, dia menjabat sebagai pemimpin oposisi, di luar masa singkatnya sebagai perdana menteri.
Netanyahu sendiri tetap berencana memimpin partainya dalam pemilu umum nan kudu digelar paling lambat akhir Oktober. Jika menang lagi, dia bakal menjadi pemimpin negara 'demokrasi' dengan jangka waktu terlama yakni lebih dari 18 tahun dalam beberapa periode berbeda.
Kabar koalisi Bennett dan Lapid ini muncul tak lama setelah Netanyahu sendiri mengungkapkan kondisi kesehatannya yang divonis menderita kanker prostat dan tetap melakukan perawatan hingga hari ini.
Netanyahu nan sekarang berumur 76 tahun, mengatakan dirinya menunda mengungkap laporan medis tahunannya selama 2 bulan agar tak dipakai Iran sebagai propaganda.
Seperti dilansir CNN, Netanyahu diketahui menjalani operasi mengenai dengan pembesaran prostat pada Desember 2024.
Netanyahu mengungkapkan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa master menemukan tumor galak di prostatnya dengan ukuran kurang dari satu sentimeter.
Kantor Perdana Menteri juga merilis dua surat dari dokternya untuk menyertai pengungkapan di media sosial mengenai dengan penyakit tersebut.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·