Kebiasaan Sepele Ini Bikin Kabel Charger Cepat Rusak, Ini Cara Rawatnya

Sedang Trending 20 jam yang lalu

Jakarta -

Kabel charger alias pengisi daya mungkin adalah perangkat teknologi nan paling sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita baru menyadari kehadirannya ketika kabel tersebut rusak dan ponsel kehabisan baterai. Tanpa disadari, kebiasaan kitalah nan sering kali menjadi penyebab utama umurnya pendek.

Michael Pecht, pendiri Center for Advanced Life Cycle Engineering di University of Maryland--sebuah laboratorium tempat perusahaan teknologi mengirimkan gadget untuk meneliti penyebab kerusakannya--telah melakukan beragam pengetesan ekstrem terhadap kabel USB.

Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa menggulung kabel terlalu ketat adalah jalan pintas menuju kerusakan. Namun, hasil temuan tim Pecht justru mematahkan mitos tersebut. Cara kita menggulung kabel charger rupanya tidak terlalu berpengaruh pada keawetannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu tidak masalah," ungkap Pecht. "Kami belum pernah memandang kerusakan nan disebabkan oleh langkah menggulung nan salah."

Apa nan Bikin Kabel Charger Cepat Rusak?

Kyle Weins, salah satu pendiri situs perbaikan iFixit, menjelaskan bahwa saat kabel rusak, titik kegagalannya nyaris selalu berada di bagian persendian, ialah area di mana kabel berjumpa dengan kepala colokan (konektor).

Hal ini diperkuat oleh penjelasan Robert Hyers, master teknik mesin dari Worcester Polytechnic Institute. Saat bagian ujung kabel tersebut terus-menerus ditekuk secara paksa, ikatan antaratom di dalam kabel logam mikro bakal rusak dan bergeser. Terlalu banyak pergeseran bakal membikin logam di dalamnya mengeras dan akhirnya patah.

Kebiasaan Buruk nan Harus Dihindari

Agar kabel charger berumur panjang, Anda kudu mulai memperlakukan bagian ujung konektor dengan lebih hormat. Hindari beberapa kebiasaan jelek nan sering dilakukan tanpa sadar berikut ini:

  1. Mencabut dari tengah kabel: Salah satu kebiasaan paling umum nan merusak adalah menarik bagian panjang kabel saat mau mencabutnya dari ponsel alias stopkontak. Selalu biasakan untuk menarik bagian kepala konektornya nan keras.
  2. Memaksakan kabel pendek: Menggunakan kabel nan terlalu pendek dan memaksakan menarik kabel demi menjangkau stopkontak bakal menciptakan tekanan berlebih pada kabel.
  3. Main HP sembari rebahan: Menggunakan ponsel nan sedang diisi daya sembari tiduran sering kali membikin ujung kabel di bagian bawah ponsel tertekuk ke perspektif nan tajam.
  4. Disandarkan di cup holder mobil: Menegakkan ponsel di cup holder mobil dengan posisi dicolok charger bakal membikin seluruh beban ponsel (ditambah guncangan mobil) menekan tepat di titik paling rentan pada kabel.

Pilih Kabel Braided

Selain mengubah kebiasaan penggunaan, memilih material kabel nan tepat sejak awal juga merupakan langkah krusial. Hindari membeli kabel murahan abal-abal nan mudah putus.

Weins sangat menyarankan pengguna untuk berinvestasi pada kabel berjenis braided (berbalut anyaman nilon tipis) daripada kabel berbalut plastik mulus.

"Bahkan Apple sekarang beranjak ke kabel braided pada model-model perangkat terbarunya lantaran kekuatan dan pelindung anyaman tersebut diyakini bisa melindunginya dengan lebih baik," pungkas Weins, demikian dikutip detikINET dari BBC, Jumat (1/5/2026).


(asj/hps)


Sumber detik-inet