Kb Vasektomi Viral Di Medsos, Benarkah Bikin Pria 'loyo'? Ini Kata Pakar

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
Jakarta -

Viral di media sosial perbincangan mengenai vasektomi alias prosedur kontrasepsi bagi para pria. Di kembali pro kontranya, tidak sedikit kaum Adam nan meragukan metode kontrasepsi ini lantaran dianggap bikin kejantanan 'loyo' alias kehilangan keahlian ereksi dan antusiasme seksual.

Vasektomi adalah prosedur pengendalian kelahiran dengan memutus saluran sperma (vas deferens) sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma. Dokter ahli urologi dari RSCM, dr Nur Rasyid, SpU, menjelaskan bahwa proses ereksi dan vasektomi berada pada jalur nan sangat berbeda di dalam tubuh.

Ia mengibaratkan sistem saraf laki-laki seperti aliran listrik dan saluran sperma seperti pipa air. Menurutnya, melakukan vasektomi tidak bakal memutus 'aliran listrik' nan dibutuhkan untuk ereksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kamu bayangkan saraf itu seperti aliran listrik, sementara vasektomi itu seperti kita menutup aliran air," ujar d Nur Rasyid saat dihubungi detikcom, Minggu (5/4/2026).

Ia menekankan bahwa kegunaan saraf otak, saraf belakang, hingga organ penis tetap bekerja normal lantaran tidak ada bagian saraf nan disentuh selama operasi. Lebih lanjut, dr Nur Rasyid memaparkan bahwa libido alias antusiasme seksual laki-laki dikendalikan oleh hormon testosteron nan dihasilkan di testis.


Hormon ini disalurkan melalui aliran darah, bukan melalui saluran sperma nan ditutup saat vasektomi. Oleh lantaran itu, gairah seksual laki-laki tetap bakal sama seperti sebelum menjalani prosedur tersebut.

Cairan sperma nan keluar bakal terlihat dan terasa normal, namun tidak lagi mengandung bibit alias sel sperma. Perubahan ini hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium lantaran secara kasat mata tidak ada bedanya

"Hormon testosteron itu dihasilkan di testis, tetapi disalurkan melalui darah. Jadi lewat jalurnya darah. Jadi tidak terpengaruh oleh saluran spermatozoa nan ditutup," tegasnya.

(kna/up)

Sumber detik-health