Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Iran Masoud Pezeshkian buka bunyi usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dalam unggahan di media sosial X, Pezeshkian mengatakan MoU ini adalah arsip bersejarah, nan mengarah pada perdamaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan arsip berhistoris dan sebuah pesan dari Iran nan kuat: perdamaian bakal tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati," tulis Pezeshkian pada Kamis (18/6).
Dalam unggahan tersebut, Pezeshkian juga mengunggah teks MoU nan sudah dibubuhi tanda tangannya dan Presiden AS Donald Trump.
Sama seperti teks nan beredar di media, ada 14 poin kesepakatan dalam MoU tersebut. Beberapa di antaranya ialah perjanjian untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, perjanjian untuk mencabut blokade dan hukuman terhadap Iran, serta komitmen untuk memberi Iran kompensasi atas kerusakan nan ditimbulkan selama perang.
AS dan Iran meneken secara digital nota kesepahaman nan menjadi cikal bakal perjanjian tenteram kedua negara. Berbagai negara di dunia, termasuk Rusia dan China, menyambut baik penandatanganan ini.
Berdasarkan MoU, AS dan Iran bakal merumuskan perjanjian final dalam kurun waktu 60 hari setelah penekenan. Selama kurun waktu itu, Selat Hormuz bakal dibuka secara cuma-cuma dan AS bakal menarik pasukan dari sekitar Iran.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·