CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Banyak orang nan belum tahu kapan malam 1 Suro 2026. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam tradisi budaya Jawa, malam 1 Suro menjadi momen nan sakral dan selalu dinantikan oleh masyarakat. Maka tak heran, jika banyak orang bertanya tentang kapan malam 1 Suro 2026 berlangsung.
Lalu, kenapa malam 1 Suro dianggap sakral? Pasalnya, malam 1 Suro merupakan malam pergantian tahun baru dalam sistem almanak Jawa. Menariknya, malam 1 Suro juga bertepatan dengan 1 Muharam alias Tahun Baru Islam dalam almanak Hijriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian masyarakat Jawa, malam 1 Suro bukan hanya sekadar pergantian tahun, tetapi juga menjadi waktu untuk melakukan doa, refleksi diri, hingga beragam tradisi budaya nan diwariskan secara turun-temurun.
Lalu, kapan malam 1 Suro 2026 berlangsung? Berikut penjelasannya.
Kapan malam 1 Suro 2026?
Pada tahun 2026, malam 1 Suro jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Namun, lantaran tradisi Jawa menghitung pergantian hari dimulai sejak malam sebelumnya, maka malam 1 Suro bakal dimulai pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Tanggal itu juga bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah alias Tahun Baru Islam. Selain itu, 1 Muharam termasuk hari libur nasional nan telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati libur pada momen tersebut.
Tradisi masyarakat pada malam 1 Suro
Malam 1 Suro identik dengan beragam tradisi dan ritual budaya nan tetap dilestarikan di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Jawa.
Salah satu tradisi nan cukup dikenal adalah upacara infak bumi alias infak gunung nan dilakukan masyarakat di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Lencoh, Kecamatan Selo.
Mengutip kitab Internasionalisasi Bahasa Indonesia nan diterbitkan oleh UMMPress, upacara infak bumi rutin dilaksanakan setiap malam 1 Suro sebagai corak rasa syukur masyarakat terhadap berkah alam dan hasil pertanian.
Puncak aktivitas tradisi ini berupa prosesi persembahan kepala kerbau dan sesaji ke kawah Gunung Merapi. Tradisi tersebut dipercaya sebagai corak tolak bala dan permohonan keselamatan bagi masyarakat nan tinggal di sekitar lereng Merapi.
Selain itu, terdapat pula beberapa rangkaian kirab budaya nan menjadi daya tarik masyarakat, seperti kirab sirah maeso alias kepala kerbau, kirab saji Gunung Merapi, hingga kirab ratusan obor.
Dalam kitab tersebut pun dijelaskan jika tradisi malam 1 Suro mempunyai kaitan dengan ritual tolak bala nan pernah dilakukan oleh Pakubuwono X dari Keraton Kasunanan Surakarta. Hingga kini, malam 1 Suro tetap dianggap sakral oleh masyarakat Jawa dan diperingati dengan beragam ritual budaya di sejumlah wilayah Solo Raya.
Tak hanya itu, suasana malam 1 Suro biasanya dimeriahkan dengan pagelaran tari dan kesenian tradisional nan dibawakan oleh sanggar seni maupun seniman lokal.
Itulah penjelasan tentang kapan malam 1 Suro 2026 beserta beberapa tradisi nan tetap dijalankan masyarakat hingga sekarang. Semoga bermanfaat!
(san/asr)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·