5 Hal Yang Membuat Fresh Graduate Dilirik Hrd, Bukan Semata Ipk Tinggi

Sedang Trending 11 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 08:20 WIB

Hal nan membikin fresh graduate dilirik HRD, bukan sekadar nilai dan IPK. Ilustrasi. Hal nan membikin fresh graduate dilirik HRD, bukan sekadar nilai dan IPK. (iStockphoto/fizkes)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama ini banyak mahasiswa menganggap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi aspek utama dalam mendapatkan pekerjaan pertama.

Padahal, di tengah persaingan dunia kerja nan semakin ketat, perusahaan sekarang memandang lebih banyak aspek dibanding sekadar nilai akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sejumlah keahlian dan pengalaman nan justru sering menjadi pertimbangan utama saat HRD menyeleksi kandidat fresh graduate.

Bagi perusahaan, merekrut lulusan baru bukan hanya soal mencari orang dengan nilai terbaik. HRD juga mau mengetahui apakah kandidat bisa bekerja sama dalam tim, beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan menyelesaikan tugas secara efektif.

Karena itu, tidak sedikit lulusan dengan IPK biasa saja justru sukses mendapatkan pekerjaan lebih sigap dibanding mereka nan mempunyai nilai akademik tinggi.

Faktor pembeda biasanya terletak pada pengalaman, keterampilan, dan keahlian nan dimiliki selama masa kuliah.

Berikut sejumlah perihal nan membikin fresh graduate dilirik HRD saat proses rekrutmen berlangsung.

1. Pengalaman organisasi dan kepemimpinan

Keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu nilai tambah nan sering diperhatikan perusahaan.

Pengalaman sebagai pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), panitia acara, maupun organisasi tertentu menunjukkan bahwa seseorang terbiasa bekerja sama dengan banyak orang.

Selain itu, aktivitas organisasi juga membantu mahasiswa mengasah keahlian komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, hingga pengambilan keputusan. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam bumi kerja.


2. Pengalaman magang alias kerja praktik

Magang menjadi salah satu pengalaman nan paling dicari oleh HRD saat merekrut fresh graduate.

Melalui magang, kandidat dianggap sudah mempunyai gambaran mengenai bumi kerja profesional. Mereka biasanya lebih memahami budaya kerja, sasaran pekerjaan, hingga langkah berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan.

Pengalaman ini juga menunjukkan bahwa kandidat pernah menerapkan teori nan dipelajari selama kuliah ke dalam situasi nyata di lingkungan kerja.


3. Keterampilan praktis nan dibutuhkan industri

Kemampuan teknis alias hard skills menjadi salah satu aspek nan semakin krusial dalam proses rekrutmen.

Perusahaan saat ini mencari kandidat nan mempunyai keahlian nan dapat langsung digunakan dalam pekerjaan. Misalnya keahlian digital marketing, kajian data, kreasi grafis, pengelolaan media sosial, penguasaan perangkat lunak tertentu, hingga keahlian pemrograman.

Semakin relevan keahlian nan dimiliki dengan kebutuhan industri, semakin besar kesempatan seorang fresh graduate untuk dilirik HRD.


4. Sikap dan etos kerja nan baik

Tidak semua perihal dapat diukur melalui nilai akademik. HRD sering kali lebih tertarik pada kandidat nan mempunyai inisiatif tinggi, mudah beradaptasi, bisa bekerja sama, dan mempunyai kemauan belajar nan kuat.

Kemampuan menyelesaikan masalah, berpikir kritis, serta menghadapi tantangan dengan sikap positif juga menjadi nilai nan sangat dihargai perusahaan.

Banyak perusahaan percaya bahwa keahlian teknis bisa dipelajari, tetapi sikap kerja nan baik memerlukan proses pembentukan nan lebih panjang.


5. Portofolio dan hasil proyek nyata

Portofolio menjadi bukti konkret atas keahlian nan dimiliki kandidat. Bagi fresh graduate nan belum mempunyai pengalaman kerja formal, portofolio dapat menunjukkan kualitas dan kompetensi nan dimiliki.

Isinya bisa berupa desain, tulisan, aplikasi, penelitian, proyek kampus, kampanye digital, alias karya lainnya.

Melalui portofolio, HRD dapat memandang keahlian kandidat secara langsung tanpa kudu hanya mengandalkan nilai akademik.

Demikian perihal nan membikin fresh graduate dilirik HRD. Di era persaingan kerja nan semakin dinamis, kesuksesan mendapatkan pekerjaan pertama tidak hanya berjuntai pada IPK alias nilai akademik semata.

Pengalaman, keterampilan, sikap kerja, dan bukti keahlian nyata justru menjadi aspek nan sering membikin kandidat lebih menonjol di mata perusahaan.

(asp/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-edu