Kabinet Trump Disebut Pecah Usai Perang As Vs Iran Berlanjut

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kabinet Presiden Donald Trump dilaporkan mengalami perpecahan alias tidak satu kesatuan seiring berlanjutnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Perpecahan itu menurut asisten guru besar hubungan internasional dan politik dunia Universitas Amerika, Andrea Dressi, lantaran manajemen Trump tidak berasosiasi soal kelanjutan perang. Hal tersebut diungkapkan Andrea Dressi di Roma.

"Kita terus-menerus memandang pergeseran tujuan, perubahan strategi nan terus-menerus, dan perubahan sasaran," kata Dressi kepada Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mata Dressi, manajemen Trump sejauh ini mencoba menunjukkan kekuatan menggunakan media sosial.

"Pada kenyataannya, di dalam administrasi, kita memandang peningkatan perpecahan, peningkatan ketidaksepakatan, serta sejumlah pemecatan tingkat tinggi personil Pentagon dan Departemen Pertahanan," ucap Dressi.

Perpecahan dalam manajemen Trump tersebut menurut Dressi merupakan pengaruh dari kesalahan kalkulasi nan serius dari AS dan Israel, alias kurangnya pemikiran strategis tentang implikasi dari bentrok melawan Iran.

"Oleh lantaran itu, kita sekarang terjebak dalam kebuntuan ini, dalam makna bahwa manajemen Trump sedang mencari jalan keluar," tutur Dressi.

Analisis lain nan dikemukakan Dressi adalah, ada angan AS memperpanjang gencatan senjata dan diplomasi, namun akibat lain soal ekonomi nan juga sangat tinggi.

"Ekonomi internasional tercekik oleh bentrok ini, dan bayang-bayang bentrok militer skala penuh nan diperbarui," ujar Dressi.

Saat ini Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negosiasi tenteram putaran kedua dengan Iran. Negosiasi itu bakal berjalan dua hingga tiga hari ke depan.

Sumber-sumber di Pakistan juga mengatakan jangka waktu tersebut berasas penilaian berkepanjangan atas keterlibatan diplomatik Islamabad dengan Teheran.

Namun hingga kini, pihak berkuasa Iran belum mengonfirmasi agenda diskusi.

Sementara itu, sumber di pemerintahan AS mengatakan Trump siap memberi Iran tambahan tiga hingga lima hari gencatan senjata guna memungkinkan faksi-faksi berasosiasi membahas tawaran Washington.

[Gambas:Video CNN]

(sry/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional