Jet 'jadul' Iran F-5 Bikin Pangkalan As Di Kuwait Hancur, Kok Bisa?

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat semakin dipermalukan Iran setelah terungkap bukti kehancuran di pangkalan militer mereka di Kuwait hancur hanya akibat serangan jet tua musuhnya, F-5.

Klaim tersebut diungkap NBC News melalui laporan unik media nan berbasis di AS, dikutip dari Middle East Monitor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangkalan militer AS di Camp Buehring dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat gempuran rudal-rudal, drone, termasuk jet tempur F-5 Iran.

Jet tempur Northrop F-5 tersebut terbilang mempunyai usia nan sangat tua, diproduksi dan beraksi antara 1960-an hingga 1970-an.

Selain F-5, Iran disebut mempunyai jet-jet tempur nan usianya cukup tua seperti F-4 Phantom, F-14 Tomcat dari AS, Mig-29, Su-24 dari Rusia, dan jet tempur buatan China F-7.

Jet-jet itu tentu jauh kalah canggih dan efektif dibandingkan jet-jet tempur terbaru AS seperti F-35 hingga F-15A nan sempat lalu-lalang di langit Iran melancarkan serangan udara.

Namun, F-5 Iran disebut membikin geger dan mempermalukan AS lantaran bisa 'mengangkangi' pertahanan udara berlapis di pangkalan militer di Camp Buehring, Kuwait.

Berdasarkan info dari sejumlah sumber nan didapat NBC News, sejumlah akomodasi utama militer AS di pangkalan-pangkalan itu rusak parah akibat serangan Iran, dikutip dari Middle East Monitor.

Teheran disebut sukses menargetkan landasan pacu pesawat, sistem radar canggih, lusinan pesawat, gudang-gudang, pusat komando, hangar, hingga prasarana satelit komunikasi milik AS di sejumlah negara di Timur Tengah.

Padahal, Camp Buehring mempunyai reputasi pangkalan dengan perlindungan dari serangan udara nan berlapis dengan Rudal Patriot, jangkauan radar canggih, hingga jaringan pengawasan regional.

Media AS NBC News mengungkapkan kehancuran parah akomodasi militer AS itu apalagi mencapai kerugian hingga miliaran dolar AS.

Meski demikian, jet generasi kedua F-5 Tiger II Iran tetap bisa menembus pertahanan berlapis tersebut. Sang pilot sukses menghindari sistem pertahanan dan menjatuhkan bom.

Selain kepiawaian pilot, strategi jitu nan direncanakan Iran disebut menjadi kunci sukses serangan tersebut, dikutip dari Eurasiatimes.

Iran kemungkinan melancarkan serangan-serangan salvo alias berbarengan ke pangkalan itu menggunakan drone-drone dan rudal-rudal mereka sehingga membikin sistem pertahanan udara di Camp Buehring 'kewalahan' dalam mengantisipasinya.

Jet-jet tempur Iran pun turut menerobos pertahanan dengan ketinggian nan banget rendah sehingga susah dideteksi radar-radar canggih pangkalan AS itu nan juga kerepotan menepis rudal dan drone.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional