Jepang Taruh Rudal Jarak Jauh Dekat China

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang telah menempatkan rudal jarak jauh di barat daya dekat China, saat hubungan dengan Beijing mencapai titik terendah, pada Selasa (31/3).

Rudal itu dipasang di Kumamoto, wilayah selatan Kyushu, seiring upaya Jepang memperkuat kapabilitas militernya di tengah peningkatan aktivitas angkatan laut China di Laut China Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapabilitas pertahanan jarak jauh memungkinkan kami menghadapi ancaman pasukan musuh nan mencoba menyerang negara kami ... sembari menjamin keselamatan personel kami," ujar Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, dikutip CNA.

"Ini merupakan inisiatif nan sangat krusial untuk memperkuat keahlian penangkal dan respons Jepang," tambah dia.

Rudal permukaan-ke-kapal itu mempunyai jangkauan sekitar 1.000 km dan dapat menjangkau sebagian wilayah China, termasuk Shanghai nan terletak sekitar 900 km dari Kumamoto.

Koizumi mengatakan proyektil meluncur berkecepatan tinggi juga ditempatkan di Shizuoka untuk mempertahankan pulau terpencil.

Sejumlah pengkritik menilai penempatan rudal oleh Tokyo berpotensi menjadikan wilayah tersebut sasaran serangan musuh.

Awal bulan ini, media lokal melaporkan pasukan darat Jepang mengirimkan peluncur rudal ke Kumamoto tanpa memberi peringatan kepada masyarakat.

Hal ini memicu sebanyak puluhan orang menentang dan menggelar protes di depan pangkalan militer lokal.

Jepang sejak lama mempunyai kebijakan penggunaan militer hanya untuk pertahanan diri dalam makna nan paling ketat.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Tokyo membangun kapabilitas pertahanannya lantaran negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Rusia, China, dan Korea Utara, meningkatkan aktivitas militernya.

Pada 2022, Jepang menyetujui rencana penempatan rudal dengan keahlian serangan balik.

"Jika kita terus mengandalkan pertahanan rudal balistik saja... bakal semakin susah untuk menghadapi sepenuhnya ancaman dari rudal dengan teknologi canggih," demikian bunyi kitab putih pertahanan nan dikeluarkan tahun lalu.

China meningkatkan kekuatan militernya dan terlibat dalam sejumlah sengketa wilayah dengan negara-negara lain di kawasan, termasuk Jepang mengenai Kepulauan Senkaku, nan dikenal sebagai Diaoyu di China.

Hubungan Jepang dan Beijing memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November menyatakan Tokyo dapat kombinasi tangan secara militer jika Taiwan diserang.

China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan mengambilnya dengan kekerasan.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional