Iran Bantah Tuduhan Trump Serang Kapal Korsel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk Korea Selatan (Korsel) membantah negaranya telah menyerang kapal milik Korsel di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis (7/5), Kedubes Iran menegaskan serangan nan meledakkan kapal Korsel tersebut bukan ulah pasukan Teheran.

"(Iran) dengan tegas membantah dan secara kategoris menyangkal segala tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam kejadian nan menyebabkan kerusakan pada kapal Korea di Selat Hormuz," demikian pernyataan Kedubes Iran di Korsel, seperti dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya menuding Iran dalang di kembali serangan terhadap kapal kargo HMM Namu nan mengakibatkan ledakan dan kebakaran pada Senin (4/5). Kapal berbendera Panama itu meledak dan terbakar saat berada di Selat Hormuz nan diblokade Iran.

Menurut Trump, Iran melepaskan tembakan ke kapal tersebut saat pasukan AS sedang menjalankan Project Freedom. Project Freedom adalah inisiatif Trump mengawal kapal-kapal nan terjebak di Selat Hormuz buntut blokade Teheran.

"Iran telah melepaskan beberapa peluru terhadap negara-negara nan tidak mengenai dengan pergerakan kapal, Project Freedom, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan," tulis Trump di Truth Social, Senin (4/5).

"Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan nan terjadi di selat tersebut," lanjut Trump.

Dalam pernyataan nan sama, Kedubes Iran di Korsel menyatakan Teheran telah berulang kali menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan bagian integral dari pengetahuan permukaan bumi pertahanannya.

"Oleh lantaran itu, pelayaran nan kondusif melalui Selat Hormuz memerlukan kepatuhan penuh terhadap peraturan nan berlaku," demikian pernyataan Kedubes Iran di Korsel.

Kedubes Iran juga menggarisbawahi bahwa pengabaian terhadap patokan tersebut "dapat menyebabkan kejadian nan tidak diinginkan."

"Tanggung jawab atas akibat tersebut terletak pada pihak-pihak nan melanjutkan transit alias aktivitas di wilayah tersebut tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan ini," demikian keterangan Kedubes Iran.

Lalu lintas di Selat Hormuz telah terganggu sejak AS-Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran sejak itu menutup efektif Selat Hormuz hingga memicu lonjakan nilai minyak dunia.

Trump pun mengambil langkah dengan memblokade kembali jalur perairan dari dan ke pelabuhan Iran. Tujuannya, agar Iran tertekan dan mau tak mau membuka Selat Hormuz.

Nasib selat nan bertanggung jawab atas 20 persen pasokan minyak dan gas bumi itu pun sekarang terus di bawah ketegangan.

(blq/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional