Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan Amerika Serikat dan Israel jadi biang kerok perang di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz.
Araghchi menyampaikan pernyataan itu saat berjumpa utusan Menlu Korea Selatan untuk Iran Cha Byung Ha di Teheran, Rabu (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menlu Araghchi mengatakan agresi AS dan Israel adalah akar dari ketidakamanan di Teluk Persia dan Selat Hormuz," demikian pernyataan resmi pemerintah Iran di X.
Iran, lanjut pernyataan itu, telah mengambil langkah-langkah berasas norma internasional untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasional.
"Tanggung jawab atas konsekuensinya terletak pada pihak agresor," imbuh mereka.
Araghchi menurut pernyataan itu juga membeberkan secara rinci serangan AS-Israel ke Iran nan sudah berjalan nyaris dua bulan.
Menlu Iran ini lampau meminta organisasi internasional untuk bersikap tegas dan mengambil tindakan.
"[Iran] mendesak negara-negara untuk mengambil sikap nan jelas dan tegas dalam mengutuk serangan-serangan ini," demikian pernyataan pemerintah Iran.
AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari. Operasi ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan penduduk sipil lain tewas.
Di hari pertama operasi, Iran langsung meluncurkan serangan jawaban ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Mereka juga membatasi akses secara ketat kapal nan berbendera alias berafiliasi dengan kedua negara nan sudah menyerangnya di Selat Hormuz.
Situasi di perairan Hormuz kian mengkhawatirkan usai AS turut memblokade kapal dari dan ke pelabuhan Iran. Imbas kondisi ini, sejumlah negara mulai mengalami krisis bahan bakar minyak.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·