Israel Berulah Lagi, Rebut Tanah Di Tepi Barat Usai Ditinggal 20 Tahun

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membangun kembali permukiman terlarangan di Tepi Barat, Sa Nur, Palestina, setelah mengevakuasi penduduk Yahudi Israel di sana 20 tahun lalu.

Pembangunan kembali itu diumumkan Menteri Keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich pada Minggu (19/4) saat membuka kembali Sa Nur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada hari nan menggembirakan ini, kita merayakan koreksi berhistoris terhadap pengusiran pidana dari Samaria Utara," kata Smotrich, dikutip AFP.

Samaria Utara adalah istilah nan digunakan Israel terutama golongan sayap kanan untuk menyebut Tepi Barat berasas kitab suci nan mereka tafsirkan dan yakini sendiri.

Pada 2005, Perdana Menteri Israel saat itu Ariel Sharon mencetuskan kebijakan penarikan diri dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kebijakan tersebut mencakup pemindahan empat permukiman di Tepi Barat Utara dan penarikan pasukan serta pemukim dari Jalur Gaza.

Empat permukiman di Tepi Barat di antaranya Sa Nur dan Homesh. Pada waktu itu, Sa Nur dihuni 43 family alias sekitar 103 orang.

Sharon saat itu mengatakan kebijakan tersebut bagian dari langkah keamanan nan bermaksud mengurangi jejak sipil dan militer Israel di wilayah Palestina.

Namun, di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu, Israel kian biadab dengan membangun banyak permukiman terlarangan di Tepi Barat.

Menurut beragam laporan, sejak kembali naik ke tampuk kekuasaan pada 2022, Netanyahu telah menyetujui 100 permukiman terlarangan di Palestina.

Pemerintahan Netanyahu juga sudah menyetujui 126 unit perumahan hanya di Sa Nur.

"Kami menghapus rasa malu akibat penarikan diri, mengubur pendapat negara Palestina dan kembali ke pemukiman Sa-Nur," kata Smotrich.

Menteri sayap kanan itu juga menyerukan pemukiman kembali Jalur Gaza sebagai "sabuk keamanan" bagi Israel.

Media lokal Israel melaporkan 16 family sudah pindah ke permukiman Sa Nur. Satu di antaranya Yossi Dagan, kepala Dewan Permukiman Tepi Barat bagian utara. Dia termasuk penduduk nan dievakuasi dari Sa Nur pada 2005.

"Tidak ada lagi penggusuran, tidak ada lagi pengunduran diri. Kami sudah kembali untuk menetap," kata Dagan.

Israel menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967 dan sejak saat itu ekspansi permukiman jadi kebijakan di bawah pemerintahan dari tahun ke tahun.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional