Iran Dukung Paus Leo Dalam Konflik Dengan Trump: Kami Hormati Paus

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah dan pejabat Iran ramai-ramai menyuarakan support untuk Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, di tengah perselisihan sang Bapa Suci dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan sikap Paus Leo menentang perang Trump terhadap Iran patut dihormati lantaran "menerangi jalan" bagi orang-orang nan memihak kebenaran.

"Saya menghormati sikap Paus Leo nan tak kenal takut! Ucapan 'saya tidak takut'-nya bergaung saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua nan menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang nan tak bersalah," kata Ghalibaf dalam unggahan di media sosial X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melanjutkan, kepemimpinan sang Bapa Suci telah "menginspirasi jutaan orang" di seluruh dunia. Ghalibaf lantas berterima kasih atas perihal tersebut.

Terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga memihak Paus Leo nan menerima komentar pedas dari Trump. Dalam unggahan di X, Pezeshkian mengatakan sikap tak hormat terhadap Bapa Suci dan Yesus tidak dapat diterima.

"Saya mengutuk penghinaan terhadap nan Mulia atas nama bangsa Iran nan agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun nan merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Anda melalui Allah," tulis Pezeshkian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga menyatakan bahwa penghinaan terhadap Paus Leo tidak hanya menandakan tidak Kristennya seseorang, tetapi juga merupakan "serangan terang-terangan terhadap pembelaan nan bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan."

Trump baru-baru ini dihujani kritik publik lantaran mengkritik tajam Paus Leo dan mengunggah foto editan dirinya bagai Yesus Kristus.

Kritik itu dilontarkan gegara Trump tak terima ditentang Paus Leo atas perangnya terhadap Iran.

"(Paus Leo) lemah dalam menangani kejahatan (dan) lemah dalam menangani senjata nuklir," tulis Trump di Truth Social.

Trump kemudian mencemooh Paus bahwa dia tak bakal bisa menjabat di Vatikan jika bukan lantaran keberadaannya di Gedung Putih.

"(Paus Leo) hanya ditempatkan di sana oleh Gereja lantaran dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu bakal menjadi langkah terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump," tulisnya.

Dalam unggahan lain, Trump mengunggah foto nan dibuat kepintaran buatan (AI) nan menggambarkan dirinya sebagai Yesus. Saat ditanya mengenai ini, Trump berkilah bahwa itu fotonya sebagai dokter.

Foto itu tak lama kemudian dihapus menyusul banyaknya komentar negatif.

Paus Leo sementara itu telah menanggapi kritik Trump dengan menyatakan tak mau berdebat dengan sang Presiden. Meski begitu, dia menegaskan dirinya bukan politisi seperti nan disebut Trump dan menekankan dia tak takut dengan pemerintahan Trump.

"Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang, itulah nan saya yakini menjadi tugas saya," kata Paus Leo. 

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional