Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut diam-diam menggunakan satelit mata-mata China untuk menggempur pangkalan Amerika Serikat di negara-negara Teluk, saat perang di kawasan itu berkobar.
Media Financial Times (FT), mengutip arsip militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) nan bocor, melaporkan Iran menggunakan Satelit TEE-01B buatan perusahaan Earth Eye Co. Berdasarkan kesepakatan, Teheran mengantongi satelit itu pada 2024 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, IRGC memperoleh akses ke stasiun bumi komersial nan dioperasikan Emposat, penyedia jasa kontrol dan info satelit nan berbasis di Beijing dengan jaringan nan membentang di Asia, Amerika Latin, dan wilayah lain.
Berdasarkan daftar koordinat nan diberi cap waktu, gambaran satelit, dan kajian orbit, para komandan Iran mengarahkan satelit TEE untuk memantau situs-situs militer utama AS, demikian dikutip Reuters, Rabu (15/4).
FT juga melaporkan satelit itu menangkap gambar Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 13,14,15 Maret lalu.
Di tanggal 14, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pesawat-pesawat AS di pangkalan itu kena serangan.
Satelit TEE juga memantau Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania dan lokasi-lokasi di dekat pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, dan airport Erbil, Irak.
Gedung Putih, Badan Intelijen Pusat (CIA), Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan AS tak segera menanggapi komentar soal ini.
Earth Eye dan Emposat juga tak segera memberi komentar saat dimintai tanggapan.
Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari. Operasi ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan penduduk lain tewas.
Iran tak tinggal diam. Mereka melancarkan jawaban ke Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Pekan lalu, AS dan Iran sepakat gencatan senjata sementara selama dua pekan. Kedua negara ini juga sempat membahas perundingan untuk penerapan poin-poin gencatan.
Namun, negosiasi berhujung buntu. Trump lampau meminta militer AS memblokade kapal-kapal Iran alias nan berafiliasi dengan mereka di Selat Hormuz.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·