Jakarta, CNN Indonesia --
Komandan Markas Besar Militer Iran Khatam Al Anbiya Ali Abdollahi menakut-nakuti bakal menutup Selat Merah menyusul tindakan Amerika Serikat nan memblokade Selat Hormuz.
Abdollahi mengatakan jika AS terus melanjutkan aksinya maka mereka melanggar gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika AS nan garang dan teroris terus melakukan tindakan terlarangan dalam memberlakukan blokade maritim di area tersebut dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran, tindakan AS ini bakal menjadi pelanggaran awal gencatan senjata," kata Abdollahi dalam rilis resmi pada Rabu (15/4), dikutip Tasnim News.
Dia lampau berujar, "Dan Angkatan Bersenjata Iran nan kuat tak bakal mengizinkan ekspor alias impor apa pun di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk terus berlanjut."
Iran, lanjut dia, bakal mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional mereka.
Ancaman Iran muncul usai AS memblokade Selat Hormuz menyusul negosiasi tenteram dengan Iran berhujung buntu pada pekan lalu.
Blokade itu mulai bertindak pada Senin pukul 09.00 waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengeklaim militer menenggelamkan 158 kapal Angkatan Laut Iran.
Dia juga mengatakan bakal terus menghancurkan kapal Iran terutama jika mereka mendekati blokade AS. Militer bakal menggunakan langkah nan sama saat mereka menggempur kapal-kapal di perairan Karabia.
Dalam negosiasi AS-Iran, Pemerintahan Trump mau Iran mengakhiri program nuklir dan menyerahkan material uranium nan diperkaya. Namun, Teheran menolak.
Iran mau AS menghormati kewenangan pengayaan uranium mereka, berakhir menggempur Iran proksinya, hingga mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Negosiasi itu berjalan di Islamabad, Pakistan, usai lebih dari sebulan Amerika Serikat beserta Israel menggempur habis-habisan Iran.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·