Jakarta, CNN Indonesia --
Iran diklaim bakal membebaskan tarif kapal-kapal dari negara sahabat termasuk Rusia untuk melewati Selat Hormuz.
Klaim tersebut disebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali kepada instansi buletin Moskow, RIA Novosti, dikutip dari Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara. Saya tidak tahu apa nan bakal terjadi di masa depan," kata Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, kepada media tersebut.
"Saat ini, Kementerian Luar Negeri kami sedang berupaya menggunakan pengecualian nan diberikan untuk negara-negara sahabat, misalnya Rusia," kata Jalali.
Teheran berencana memungut tarif terhadap kapal-kapal dari negara-negara nan melewati Selat Hormuz. Namun, mereka tengah mempertimbangkan untuk tidak memungut tarif ke negara-negara sahabat seperti China, Rusia, dan Pakistan.
Dalam proposal perdamaian, Iran mengusulkan syarat pengendalian Selat Hormuz kemungkinan tarif hingga US$2 juta (sekitar Rp34,19 miliar). Namun, perihal tersebut belum diakui AS.
Sejak diserang AS-Israel pada akhir Februari lampau hingga kini, Iran membatasi lintasan kapal dan mewajibkan koordinasi militer.
Bahkan, sebagian kapal kudu bayar biaya untuk mendapatkan jalur aman. Rencana pungutan Iran menuai penolakan internasional lantaran dinilai melanggar norma laut (Unclos). Namun, operator kapal diperkirakan tetap mematuhi demi keselamatan.
Mengutip dari Strait Times, berasas laporan terbaru Llyod nan tertera di situs Kemendag China mengatakan kapal-kapal sudah bayar US$2 juta untuk melewati Selat Hormuz.
Selat Hormuz mempunyai peran krusial dalam pelayaran bumi lantaran jalur perairan itu dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Sebelumnya, selama krisis, hanya kapal-kapal dari negara tertentu nan diizinkan melintas, termasuk China. Sementara kapal negara lain kudu bayar biaya--yang dilaporkan dalam mata duit Yuan.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·