Inggris-prancis Gelar Rapat Bahas Rencana Militer Buka Selat Hormuz

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Inggris dan Prancis menggelar konvensi untuk membahas tindakan militer berbareng mengenai perairan nan jadi rute perdagangan dunia Selat Hormuz.

Konferensi ini digelar pada 22-23 April di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London Utara. Pertemuan diperkirakan dihadiri para perencana militer dari 30 negara tanpa Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

"Inggris dan Prancis mengadakan pertemuan para perencana militer untuk memajukan misi multinasional guna membuka kembali Selat Hormuz," demikian pernyataan resmi pemerintah Inggris, Selasa (22/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan ini bermaksud mengembangkan strategi terkoordinasi untuk membuka kembali Selat Hormuz nan ditutup imbas serangan sadis Amerika Serikat dan Israel ke Iran, demikian dikutip Anadolu Agency.

Selain itu, konvensi juga bakal menerjemahkan kesepakatan diplomatik untuk menjadi rencana militer nan konkret dan bisa diimplementasikan sesegera mungkin.

Para peserta diharapkan bisa konsentrasi ke keahlian militer, komando dan kendali, serta gimana pasukan militer bisa dikerahkan ke Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan konvensi perencanaan multinasional hari ini sangat penting.

"Tugas kita, hari ini dan besok, adalah menerjemahkan konsensus diplomatik ke dalam rencana berbareng untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat dan mendukung gencatan senjata nan langgeng," kata Healey.

"Saya percaya bahwa, dalam dua hari ke depan, kemajuan nyata bisa tercapai," imbuh dia.

Selat Hormuz jadi perhatian bumi usai AS-Israel menyerang habis-habisan Iran. Teheran membalas gempuran itu termasuk dengan membatasi secara ketat jalur perdagangan tersebut pada 2 Maret.

Lalu pada awal April, AS turut memblokade Selat Hormuz dengan menargetkan kapal-kapal berbendera Iran dan kapal nan menuju alias dari pelabuhan negara tersebut. Situasi ini kian mengkhawatirkan di tengah krisis dan nilai BBM nan melonjak di sejumlah negara.

Iran sempat membuka Selat Hormuz pekan lampau saat Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata sementara selama 10 hari. Namun, belum genap 24 jam, militer Iran kembali menutup selat itu lantaran AS melanggar gencatan senjata nan sudah disepakati di antara mereka.

AS-Iran sempat gencatan senjata dua pekan nan dimulai pada 8 April dan berhujung 21 April. Presiden AS Donald Trump lampau mengumumkan memperpanjang kesepakatan ini tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Namun, saat mengumumkan perpanjangan gencatan, Trump juga menegaskan pasukan untuk bersiap-siap dan tetap memblokade Selat Hormuz.

(isa/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional