Jakarta -
Harga beragam macam produk plastik mengalami kenaikan di pasaran. Penyebab naiknya nilai dikarenakan impor bahan baku plastik terganggu perang nan terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketua Bidang Infokom Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan kenaikan nilai plastik terjadi lantaran Indonesia tetap tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan nilai disebut mencapai hingga 50%.
"Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan nilai plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya nan kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%," kata Reynaldi kepada detikcom, Minggu (5/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reynaldi mencontohkan nilai plastik kresek nan awalnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pack, kemudian plastik pengelompokkan lainnya ada nan naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000.
"Memang ini akibat jika kita tetap mengalami ketergantungan impor sehingga akibat dari perang nan ada di Timur Tengah ini implikasi secara serius ke dalam negeri sehingga kenaikannya bakal terus terjadi. Kami pantau memang signifikan sekali nilai plastik ini kenaikannya," imbuhnya.
Reynaldi menyebut pedagang pasar nan dominan menggunakan plastik untuk membungkus dagangannya sudah teriak dengan kenaikan nilai ini. Ia tidak menampik jika kenaikan nilai plastik bisa berpotensi mengerek nilai komoditas nan dijual di pasaran.
"Emak-emak nan menggunakan plastik untuk dagangannya tentu sudah teriak-teriak, ini bakal membikin nilai di pasaran juga berpotensi mengalami kenaikan," tutur Reynaldi.
(acd/acd)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·