Harga Gula Mulai Naik Imbas Plastik Mahal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Harga gula mulai naik imbas lonjakan nilai plastik. Harga plastik meroket imbas terganggunya pasokan bahan baku plastik (nafta) lantaran perang Timur Tengah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) gula pasir di beragam wilayah hingga minggu ketiga April 2026. Jumlah wilayah nan mengalami kenaikan nilai pun terus bertambah.

"Gula pasir, kemarin itu (minggu kedua April) 153 kabupaten kota (kenaikan IPH), sekarang (minggu ketiga April) menjadi 171 kabupaten kota," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ateng menerangkan salah satu pendorong utama kenaikan nilai gula adalah mahalnya biaya kemasan. Hal ini mengingat sebagian besar gula pasir dijual dalam bungkusan plastik, kenaikan nilai bahan baku plastik otomatis mengerek nilai jual ke konsumen.

"Terkait dengan gula pasir tersebut, kami mengidentifikasikan salah satu pendorongnya ini dari kenaikan nilai plastik, lantaran plastik digunakan sebagai packaging alias bungkusan di gula pasir," tambah Ateng.

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa memastikan langkah pemerintah telah dijalankan guna mengatasi bahan baku plastik. Pencarian sumber pasokan bahan baku plastik diharapkan segera menemui titik terang.

"Sekali lagi, pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik. Kita percayakan dulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," jelas Ketut.

Terkait kenaikan IPH gula konsumsi sampai minggu ketiga April tersebut, dalam kajian Badan Pangan Nasional (Bapanas), dari 171 wilayah nan mengalami kenaikan IPH, tetap terdapat 36 wilayah nan memang naik IPH tapi tidak melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Dengan begitu, jumlah wilayah dengan kenaikan IPH nan melampaui HAP gula berada di 135 kabupaten/kota dari total 349 wilayah nan dipantau BPS. Bisa dikatakan hanya 38,7% saja wilayah nan mengalami perubahan nilai gula sampai minggu ketiga April.

Dalam pantauan Bapanas, perubahan nilai gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir, baik wilayah selain Indonesia Timur maupun Indonesia Timur, memang terdapat kenaikan harga. Namun, kenaikannya tetap wajar lantaran berkisar di 1,94% saja.

Rerata nilai gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir tercatat dari Rp 18.412 per kilogram (kg) bergerak ke Rp 18.770 per kg pada 20 April. Kendati begitu, proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri April ke Mei bakal mulai meningkat. Dari sekitar 58,3 ribu ton bakal meningkat menjadi 276,4 ribu ton, sehingga bakal bisa meredam harga.

(rea/hns)

Sumber finance