Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Iran mulanya dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Jumat (19/6) di Swiss.
MoU itu berisi 14 poin mencakup pembukaan Selat Hormuz hingga penghentian pembuatan senjata nuklir Iran. Kesepakatan ini diharapkan jadi jangkar untuk kedua negara melakukan negosiasi lanjutan di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut fakta-fakta terkini soal MoU AS-Iran dan nasib upacara penandatanganan di Swiss.
Trump teken MoU di sela G7 Prancis
Trump menandatangani salinan bentuk MoU itu saat makan malam berbareng Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu di Versailles. Tempat ini terkenal menjadi saksi perjanjian sejarah di masa lalu.
"Sudah ditandatangani," kata Trump usai meninggalkan Versailles.
Kunjungan Trump ke Prancis untuk menghadiri pertemuan puncak G7 nan digelar pada 15-17 Juni.
Macron beri konfirmasi
Macron juga membenarkan kesepakatan itu sudah ditandatangani Trump.
"Presiden Trump menandatangani kesepakatan antara AS dengan Iran di Versailes malam in," kata Macron di X.
Dia lampau berujar, "Kesepakatan ini membuka jalan bagi perdamaian kekal dan pembukaan kembali Selat Hormuz."
Presiden Iran teken MoU
Salah satu pejabat AS mengatakan setelah MoU ditandatangani Trump, mereka mengirim foto ke pihak Iran.
Presiden Masoud Pezeshkian lantas menandatangani kesepakatan itu atas nama Iran.
Dalam foto nan diunggah di media pemerintah Iran, IRNA, tampak Pezeshkian memegang MoU nan sudah ditandatangani dia dan Trump.
Foto-foto tersebut juga menunjukkan Presiden Iran memegang MoU dalam bahasa Farsi, demikian dikutip CNN.
Segera berlaku
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, nan menjadi mediator dalam kesepakatan tersebut, turut buka bunyi soal MoU ini.
"Saya merasa terhormat mengumumkan bahwa Memorandum of Understanding 'Islamabad' nan berhistoris telah ditandatangani secara elektronik hari ini antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran," kata dia di X, Kamis.
Sharif mengatakan MoU tersebut sudah ditandatangani para Presiden kedua negara dan sudah disetujui dia sebagai mediator.
Penandatanganan kesepakatan ini di tingkat tertinggi pemerintahan masing-masing menunjukkan komitmen kedua belah pihak terhadap penyelesaian diplomatik atas bentrok tersebut.
"MoU Islamabad bakal mulai bertindak dengan segera, dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran bakal segera membuka kembali Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat bakal segera mencabut blokade angkatan laut," imbuh Sharif.
MoU dirilis ke publik
Amerika Serikat merilis MoU pada Rabu, hari nan sama saat Trump membubuhkan tanda tangan.
Iran melalui instansi buletin IRNA juga mempublikasikan arsip tersebut.
Sebelumnya padahal, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan arsip kemungkinan dirilis setelah upacara penandatanganan di Swiss pada 19 Juni.
Nasib pertemuan MoU di Swiss
Setelah Trump meneken MoU itu, nasib Swiss menjadi tuan rumah upacara penandatanganan tak jelas.
Sejauh ini juga tak ada info apapun dari Gedung Putih soal pembatalan alias tetap dilanjutkan upacara penandatanganan itu.
AS, Iran, dan Pakistan menurut Euro News juga memberikan pernyataan nan berbeda.
Kemlu Iran menyatakan pertemuan dengan delegasi AS di Swiss kemungkinan ditunda pada Jumat ini lantaran penandatangan MoU sudah dilakukan secara daring.
Namun, Gedung Putih menuturkan pertemuan delegasi Iran-AS di Swiss tetap berjalan meski tidak bakal ada upacara peresmian penandatanganan MoU lagi.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·