Jakarta, CNN Indonesia --
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Suarakarta alias dikenal Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Rabu (1/4).
Boroujerdi dan staf Kedubes Iran mengunjungi rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Dia tampak mengenakan setelan jas gelap, sementara tuan rumah mengenakan batik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berganti pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini nan timbul akibat perang nan dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, serta akibat kemanusiaan dan ekonomi nan ditimbulkannya," demikian rilis resmi Kedubes Iran.
Boroujerdi juga menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan beragam serangan terhadap area sipil, prasarana vital, dan akomodasi ekonomi di Iran.
Tak hanya itu, Dubes Iran ini turut serta mengutarakan keprihatinan atas akibat kemanusiaan dan keamanan imbas serangan ke negaranya.
"[Iran] juga menegaskan kewenangan sah rakyat Iran untuk memihak diri sesuai dengan norma internasional," lanjut rilis Kedubes.
Dalam pertemuan tersebut, menurut rilis, Jokowi menyampaikan simpati dan support ke rakyat Iran serta keteguhan Teheran mempertahankan kedaulatan nasional hingga keutuhan wilayah.
Jokowi juga berambisi rakyat Iran sehat, menang, dan sejahtera. Selain itu, dia berambisi perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke area Teluk Persia.
Di akhir pertemuan, Jokowi dan Boroujerdi menegaskan kembali hubungan nan telah lama terjalin dan berkawan antara Iran dan Indonesia.
"Serta pentingnya melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, dan memperluas hubungan antar masyarakat kedua negara," ungkap rilis itu.
Boroujerdi juga sebelumnya menemui sejumlah politikus Indonesia termasuk Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan wakil presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi juga menyampaikan situasi terkini dan meminta support Indonesia.
Iran bergolak usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan negara tersebut pada 28 Februari. Operasi itu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan penduduk sipil.
Iran tak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan jawaban ke Israel dan aset AS di negara-negara Teluk.
(isa/rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·