Di Tengah Maraknya Intermitent Fasting, Ini Alasan Para Pakar Tetap Anjurkan Sarapan

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
Jakarta -

Tak hanya butuh nutrisi seimbang, pola makan nan baik juga mensyaratkan agenda makan nan konsisten. Salah satu nan kerap dianjurkan oleh para master adalah sarapan alias makan pagi.

"Tubuh paling siap mengolah makanan di pagi hari. Gula darahnya bakal condong lebih stabil," kata praktisi kesehatan dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, dalam obrolan di Jakarta Selatan baru-baru ini.

Namun demikian, dr Juwalita menekankan bahwa nan terpenting adalah agenda nan konsisten. Jika seseorang memang tidak biasa sarapan, maka biasanya tidak bakal dipaksa lantaran justru bakal berakibat negatif pada berat badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, makan siang menurut dr Juwalita biasanya menjadi makan utama dengan sumber daya nan lengkap. Selain itu, asupan protein dan serat juga kudu cukup pada sesi makan ini.

Terakhir, dr Juwalita mengingatkan untuk hati-hati mengatur makan malam hari. Kebiasaan banyak orang untuk menjadikan makan malam sebagai sesi makan utama, menurutnya kurang tepat.

"Malam hari hindari makan berat. Karena secara fisiologis metabolisme kita sudah melambat," pesannya.

"Biasanya saya saranin maksimal jam 7. Sebaiknya di atas jam 7 udah nggak makan lagi, lantaran risikonya adalah lemak mudah numpuk, gula darah mudah naik," tandas dr Juwalita.

Simak Video "Video: Lebaran Jadi Lebar-an? Ini Tips Diet Biar BB Balik Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Sumber detik-health