Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyebut pemerintahan Iran telah membunuh lebih dari 42.000 penduduk sipil dalam demo pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari lalu.
Trump kembali menyinggung jumlah korban tewas dalam demo Iran saat membalas kritik Kepala Negara Vatikan sekaligus pemimpin Katolik sedunia Paus Leo XIV soal serangan AS ke Iran.
"Bisa tidak beri tahu Paus Leo Iran sudah membunuh setidaknya 42.000 penduduk tak bersalah dan tak bersenjata dalam dua bulan terakhir," kata Trump dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan bahwa Iran punya peledak nuklir nan sama sekali tak bisa diterima," lanjut Trump.
Klaim itu pula lah nan dijadikan argumen Trump dan Israel meluncurkan serangan habis-habisan ke Iran pada akhir Februari.
Pernyataan Trump muncul usai Leo meminta penghentian kekerasan dan menyerukan perdamaian saat AS-Israel bertempur dengan Iran.
Terlepas dari perang AS-Israel vs Iran, dari mana Trump mendapat info itu?
Sebelum perang dimulai, Trump sudah sesumbar soal jumlah korban tewas di Iran dalam demonstrasi. Sebelumnya, dia apalagi menyebut 45.000 penduduk tewas, nomor nan tak bisa dikonfirmasi lembaga independen mana pun.
Sejauh ini, tak jelas dari mana Trump mendapat info soal kematian penduduk Iran.
Jumlah korban tewas selama demonstrasi Desember-Januari bervariasi. Sejumlah lembaga non pemerintahan (NG) juga melaporkan nomor nan berbeda.
Kantor buletin lembaga pemantau kewenangan asasi manusia nan berbasis di Amerika Serikat, Human Right Activist News Agency (HRANA) melaporkan total korban tewas selama demo Iran mencapai 3.766 jiwa. Ribuan kasus tetap dalam proses penilaian, demikian dikutip media Australia 9 News, 9 Januari.
Lembaga pemantau HAM Iran nan berbasis di Norwegia, Iran Human Rights, melaporkan korban tewas dalam demonstrasi di negara tersebut pada 14 Januari mencapai 3.428 jiwa, demikian dikutip situs resminya.
Sementara itu, pemerintah Iran menyebut korban tewas selama demonstrasi sekitar 5.000 orang.
Pejabat Iran nan enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters pihak berkuasa telah memverifikasi setidaknya 5.000 orang tewas dalam protes, termasuk sekitar 500 personel keamanan pada Januari lalu.
Pejabat itu lampau menyalahkan "teroris dan perusuh bersenjata" atas pembunuhan "warga Iran nan tak bersalah." Dia juga mengatakan bentrok paling fatal dan nomor kematian tertinggi terjadi di kebanyakan wilayah kurdi, barat laut Iran.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebelum meninggal, juga sempat mengatakan ribuan orang tewas sejak demonstrasi mengguncang negara tersebut pada akhir Desember.
Dia juga menuding aktor-aktor mengenai Israel dan sekutunya Amerika Serikat sebagai dalang kerusuhan nan terjadi di Iran.
"Mereka nan mengenai AS dan Israel menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang," kata Khamenei pada 19 Januari.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·