CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 16:15 WIB
Ilustrasi. Kenali apa itu intuitive eating, prinsip nan menekankan makan lebih senang dan sehat, daripada diet ketat nan menyiksa. (istockphoto/hxyume)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tidak menjaga pola makan nan baik dengan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya.
Sebaliknya, terlalu mengatur pola makan juga tak baik. Misalnya, terlalu perincian menghitung asupan kalori dan menambah daftar larangan makan agar bisa lebih langsing, bisa menimbulkan stres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai solusinya, cobalah untuk menerapkan intuitive eating alias makan intuitif. Ada sejumlah prinsip nan bisa diterapkan jika Anda mau mencobanya.
Konsep ini konsentrasi pada pola makan nan baik untuk kesehatan bentuk dan mental secara holistik, bukan sekadar diet menurunkan berat badan.
Apa itu intuitive eating?
Istilah intuitive eating pertama kali muncul pada 1995, diperkenalkan oleh Evelyn Tribole dan Elyse Resch dalam kitab mereka, Intuitive Eating (2020).
Seperti nan disebutkan sebelumnya, intuitive eating konsentrasi pada perilaku nan baik untuk kesehatan bentuk dan mental secara keseluruhan.
Dalam konsep ini, kita diajak untuk berbaikan dengan semua jenis makanan. Tujuannya untuk membantu kita menyelaraskan diri dengan sinyal tubuh tentang apa dan berapa banyak nan kudu dimakan.
Dengan belajar mendengarkan isyarat tubuh, seseorang bisa membangun langkah makan nan berkelanjutan. Tak perlu lagi mencatat kalori, apalagi membatasi makan.
Mengutip Healthline, prinsip intuitive eating sebenarnya sudah ada apalagi sebelum diperkenalkan Tribole dan Resch.
Geneen Roth sudah pernah menulis tentang makan lantaran emosi sejak 1982. Adapun pada 1973, Thelma Wayler mendirikan program manajemen berat badan nan disebut Green Mountain at Fox Run, berbasis di Vermont.
Program tersebut dibangun berasas prinsip bahwa diet tak bakal berhasil. Sebaliknya, perubahan style hidup dan perawatan pribadi lebih krusial untuk kesehatan jangka panjang.
Baca laman selanjutnya...
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·