Bpom Wanti-wanti 2 Suplemen Thailand Picu Gangguan Jantung, Awas Jangan Nekat Jastip

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melaporkan dua suplemen nan teridentifikasi berbahaya, beredar di Thailand. Mengingat tidak sedikit tren 'jastip' suplemen dari luar negeri, BPOM RI mewanti-wanti pengaruh jangka panjang nan bisa terjadi, jika tetap nekat menggunakan dua produk terkait.

Pertama suplemen dengan merek Chu U, mengandung sildenafil dan tadalafil, tidak terdaftar di BPOM. Produk ini dipasarkan untuk stamina pria. Sementara produk kedua adalah Imthip, suplemen nan diklaim bisa membikin langsing, rupanya mengandun furosemid.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menekankan kandungan tersebut semestinya tidak ada dalam produk suplemen alias obat dengan izin berbahan alam. Pasalnya, penggunaan bahan kimia obat (BKO) perlu disertai resep medis namalain pemantauan dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obat bahan alam nan mengandung sildenafil, tadalafil, dan nortadalafil pada produk stamina laki-laki berisiko menyebabkan gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak jika dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan," wanti-wanti Taruna dalam keterangan tertulis Jumat (22/5/2026).

"Sementara itu, penggunaan deksametason, prednisolon, natrium diklofenak, dan masam mefenamat secara tidak terkontrol pada produk pegal linu dapat memicu kerusakan ginjal, perdarahan lambung, hingga pengaruh moon face akibat gangguan hormon. Selain itu, paparan unsur seperti siproheptadin dan klorfeniramin maleat dalam jangka panjang tanpa dosis nan tepat berisiko menyebabkan kantuk berat, gangguan metabolisme, dan kerusakan kegunaan hati," lanjutnya.

Sejauh ini, Taruna menekankan berasas penelusuran BPOM, keduanya tidak beredar di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya peredaran produk lintas negara secara ilegal. Masyarakat diminta untuk tidak membeli alias mengonsumsi produk-produk tersebut untuk menghindari akibat kesehatan nan serius.


(naf/kna)

Sumber detik-health