Bos Bulog Dicurhati Pedagang Soal Harga Plastik Naik Gila-gilaan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani blusukan ke pasar dan menerima banyak keluhan mengenai kenaikan nilai plastik kemasan. Keluhan disampaikan para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Pasar Grogol, Jakarta Barat.

Menurut Rizal, pedagang meminta support pemerintah untuk mencari solusi untuk menekan nilai plastik. Rizal menyebut kenaikan terbesar terjadi pada jenis plastik bening.

"Mereka minta support dari pemerintah, dalam perihal ini agar nilai plastik diturunkan, khususnya untuk plastik bungkusan nan warna bening. Cuma nan agak mahal nan warna bening, jika nan warnanya gelap alias berwarna-warni lebih murah," jelas Rizal di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rizal, nilai bijih plastik nan melonjak menjadi salah satu penyebab utama kenaikan tersebut. Kondisi ini terjadi usai pecahnya perang di Timur Tengah nan menyebabkan nilai minyak sebagai bahan baku plastik melonjak.

Bulog berencana menyampaikan persoalan ini dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian guna mencari solusi. Salah satu opsi nan didorong adalah pengembangan teknologi baru di sektor bungkusan agar biaya produksi bisa ditekan.

"Kita lagi komunikasikan dengan Kementerian Perindustrian, unik untuk plastik ini lagi kita upayakan cari solusinya agar ada teknologi baru untuk packaging ini, lantaran memang plastik sangat naik nilai bijih plastiknya," kata Rizal saat berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Minggu.

Sementara itu, pedagang berjulukan Rudi mengungkapkan lonjakan nilai plastik nan cukup signifikan. Harga plastik nan sebelumnya berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram sekarang naik menjadi sekitar Rp 58 ribu per kilogram. Kenaikan ini mulai terasa sejak menjelang Lebaran, nan diduga berangkaian dengan penutupan Selat Hormuz.

"Ini dari pas mau Lebaran, saya juga nggak ngerti apa dari Hormuz apa gimana. Itu ngaruh banget itu, parah," terang Rudi.

(ily/ara)

Sumber finance