Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat mengancam bakal menjatuhkan hukuman bagi pembeli minyak Iran, termasuk China nan menjadi salah satu negara pembeli terbesar minyak Iran.
"Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, bahwa jika duit Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersedia untuk menerapkan hukuman sekunder," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blokade maritim AS terhadap Iran dimulai sejak Senin (13/4) kemarin, setelah negosiasi tenteram nan digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) berhujung tanpa kesepakatan. Sebelumnya, China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran nan diekspor.
"Kami percaya (bahwa dengan) blokade ini bakal ada penghentian pembelian (minyak Iran) oleh China," imbuh Bessent, dikutip Reuters.
Selain itu, Departemen Keuangan AS juga disebut telah menulis surat ke dua bank China mengenai hukuman sekunder tersebut. Kedutaan Besar China di AS belum memberikan tanggapan mengenai pernyataan Bessent.
Pemerintahan Trump sejak beberapa waktu lampau telah menyatakan bakal menerapkan "tekanan maksimum" terhadap Iran mengenai program nuklirnya dan dukungannya terhadap golongan milisi di seluruh Timur Tengah.
Departemen Keuangan AS juga menargetkan prasarana transportasi minyak Iran dan memberlakukan hukuman terhadap puluhan individu, perusahaan, dan kapal.
Langkah terbaru ini dilakukan beberapa minggu setelah AS mengeluarkan pengecualian hukuman selama 30 hari terhadap minyak Iran di laut.
Menurut Bessent, pengecualian itu memungkinkan 140 juta barel minyak mencapai pasar global, demi mengurangi tekanan pada pasokan daya dunia nan dipicu perang.
Namun pekan ini, Bessent mengonfirmasi bahwa pengecualian tersebut nan bakal berhujung pada 19 April, tidak bakal diperpanjang. AS juga belum memperpanjang pengecualian terhadap minyak Rusia, nan bakal berhujung pada Sabtu pekan ini.
Tak hanya itu, Depkeu AS juga melayangkan surat ke Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, nan mengidentifikasi bank-bank nan telah membiarkan aktivitas terlarangan Iran.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·