Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat secara terbuka mengakui tidak mempunyai sistem pertahanan udara untuk mencegah rudal-rudal hipersonik Rusia dan China.
Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Asisten Sekretaris Pertahanan untuk Kebijakan Pertahanan Rudal dan Pencegahan, Marc Berkowitz, kepada Kongres pada Senin (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkowitz menyampaikan keterbatasan pertahanan udara AS itu untuk mendorong Kongres menyetujui rencana pemerintahan Presiden Donald Trump menciptakan sistem pertahanan canggih Golden Dome.
Rencana pembangunan Golden Dome nan diklaim bisa mencegat rudal-rudal hipersonik itu diperkirakan bakal menyantap biaya hingga US$185 miliar alias setara Rp3.212 miliar. Anggaran nan sangat dahsyat untuk pertahanan AS.
"Golden Dome bakal memperkuat pencegahan dengan mematahkan keahlian musuh-musuh untuk mencapai tujuan mereka melalui kekerasan dan agresi," ujar Berkowitz, dikutip dari South China Morning Post.
Trump berambisi mendongkrak kekuatan militer AS dengan pengajuan biaya nan banget dahsyat termasuk usul pembangunan sistem pertahanan udara berbasis luar angkasa, Golden Dome, nan ditargetkan bisa beraksi pada akhir 2029.
Rencana tersebut awalnya diperkirakan menelan biaya US$175 miliar hingga tahun 2035. Namun, Angkatan Luar Angkasa AS meningkatkan perkiraan tersebut sebesar US$10 miliar lagi bulan lalu.
"Kita tidak mempunyai pertahanan terhadap senjata hipersonik alias rudal jelajah saat ini, [atau] rudal jelajah canggih," kata Berkowitz, ketika didesak tentang urgensi proyek kontroversial tersebut.
"China adalah pesaing utama kita. Kita bakal mencegah China dengan pertahanan pencegahan di sepanjang rantai pulau terluar," tambahnya, dengan saksi lain menyebut ekspansi pesat persenjataan rudal China dan Rusia.
Tahun lalu, Beijing memperingatkan bahwa rencana Washington bakal meningkatkan akibat perlombaan senjata dan dapat "mengubah ruang angkasa menjadi medan perang."
China menyebut AS sebagai pihak nan "terobsesi dengan mengejar keamanan absolut."
(bac)
Add
as a preferred source on Google
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·