CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 19:40 WIB
Ilustrasi. Matcha mengandung kafein nan dapat memengaruhi masam lambung pada sebagian orang. Lantas, apa matcha kondusif diminum penderita maag? (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Matcha menjadi salah satu minuman nan tengah terkenal di beragam kalangan. Minuman dari serbuk teh hijau asal Jepang ini mempunyai cita rasa nan khas.
Namun, bagi penderita maag tentu tidak boleh sembarangan minum jenis minuman tertentu agar tidak memicu produksi masam lambung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, gimana dengan matcha? Apakah matcha boleh untuk penderita maag?
Bagi mereka nan mempunyai riwayat maag, biasanya bakal menghindari kopi alias minuman berkafein lainnya. Nah, matcha sendiri nyatanya juga mengandung kafein nan diketahui dapat memengaruhi masam lambung pada sebagian orang.
Oleh lantaran itu, krusial untuk memahami kandungan matcha serta pengaruhnya terhadap kesehatan lambung. Dikutip dari beragam sumber, berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah matcha boleh untuk penderita maag?
Matcha mengandung kafein nan lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. (Foto: AFP/PHILIP FONG)
Matcha memang menawarkan beragam faedah kesehatan, tetapi kandungan kafeinnya dapat menjadi pemicu keluhan pada sebagian penderita maag. Matcha sendiri merupakan corak teh hijau nan lebih terkonsentrasi.
Karena seluruh daun teh dikonsumsi dalam corak bubuk, kandungan kafeinnya menjadi lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Menurut Healthline, kandungan kafein dalam matcha berkisar antara 19 hingga 44 miligram per gram bubuk. Dalam satu porsi matcha nan menggunakan sekitar 2 hingga 4 gram bubuk, kandungan kafeinnya dapat mencapai 38 hingga 176 miligram.
Jumlah tersebut apalagi bisa lebih tinggi dibandingkan secangkir kopi, tergantung konsentrasi penyajiannya.
Sementara itu, ditambahkan dari Ubie Health, teh berkafein seperti teh hitam, teh hijau, dan matcha dapat meningkatkan produksi masam lambung serta mengiritasi lapisan lambung nan sedang meradang.
Risiko ini condong lebih tinggi andaikan minuman dikonsumsi saat perut kosong, diseduh terlalu pekat, alias diminum dalam keadaan sangat panas.
Pada sebagian penderita maag, kondisi tersebut dapat memicu beragam keluhan, mulai dari rasa perih pada lambung, nyeri ulu hati, mual, hingga ketidaknyamanan pada perut.
Meski demikian, reaksi setiap orang tidak selalu sama lantaran ada penderita maag nan tetap dapat mengonsumsi matcha tanpa mengalami gangguan.
Oleh lantaran itu, sebelum mengonsumsi matcha secara rutin, krusial untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan lambung masing-masing.
Jika setelah minum matcha muncul rasa tidak nyaman alias indikasi maag semakin sering kambuh, sebaiknya dibatasi konsumsinya alias konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran nan lebih sesuai.
Tips kondusif minum matcha untuk penderita maag
Bagi nan tetap mau menikmati matcha, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi akibat iritasi lambung.
1. Konsumsi setelah makan
Perut nan terisi makanan dapat membantu mengurangi pengaruh iritasi dari kafein terhadap lapisan lambung.
2. Hindari matcha nan terlalu pekat
Penggunaan serbuk matcha dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kafein nan masuk ke tubuh.
3. Jangan minum saat tetap terlalu panas
Minuman nan terlalu panas berpotensi mengiritasi jaringan lambung nan sensitif.
4. Batasi jumlah konsumsi
Menurut Healthline konsumsi matcha disarankan dalam jumlah wajar. Selain kafein, matcha juga mengandung katekin nan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
5. Perhatikan respons tubuh
Jika setelah minum matcha muncul keluhan seperti perih, mual, kembung, alias nyeri ulu hati, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter.
Dengan memahami kondisi tubuh serta menerapkan pola konsumsi nan tepat, penderita maag tetap dapat menikmati matcha tanpa mengabaikan kesehatan lambungnya.
(gas/fef)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·