8 Makanan Yang Terlihat Sehat Ternyata Diam-diam Ganggu Umur Panjang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 08 Apr 2026 17:15 WIB

Tak semua makanan bercap sehat betul-betul baik. Ini daftar makanan nan diam-diam bisa berakibat jelek jika dikonsumsi berlebihan. Ilustrasi. Protein bar jadi salah satu makanan nan punya label sehat, tapi Anda kudu tetap hati-hati saat mengonsumsinya. (istockphoto/Ika Rahma)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjalani pola makan sehat kerap dikaitkan dengan angan hidup nan lebih panjang dan kualitas hidup nan lebih baik. Namun, tidak semua makanan bercap 'sehat' betul-betul mendukung tujuan tersebut.

Di tengah maraknya tren hidup sehat dan klaim pemasaran pada bungkusan makanan, sejumlah produk justru mengandung bahan nan bisa berakibat negatif jika dikonsumsi berlebihan.

Para mahir gizi menekankan, kunci utama bukan hanya memilih makanan nan terlihat sehat, tetapi juga memahami kandungan di baliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari beragam sumber, berikut sejumlah makanan nan kerap dianggap sehat, tetapi bisa menjadi jebakan bagi upaya menjaga kesehatan jangka panjang:

1. Yogurt berperisa

Mengutip Real Simple, yogurt dikenal baik untuk pencernaan berkah kandungan probiotiknya. Namun, yogurt berperisa sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga peningkatan akibat penyakit jantung dan gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang, asupan gula tinggi juga dapat berakibat pada kegunaan kognitif.

Sebagai alternatif, yogurt plain dengan tambahan buah segar dinilai lebih kondusif dan tetap bernutrisi.

2. Soda diet

Soda diet sering dipilih sebagai pengganti minuman rendah kalori. Namun, pemanis buatan nan digunakan tetap menimbulkan kekhawatiran.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi pemanis buatan berangkaian dengan gangguan mikrobiota usus serta peningkatan akibat penyakit jantung. Selain itu, beberapa jenis pemanis juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti kembung dan diare.

3. Minuman olahraga

Minuman olahraga dirancang untuk menggantikan elektrolit setelah aktivitas bentuk intens. Namun, bagi kebanyakan orang nan hanya berolahraga ringan, minuman ini justru menambah asupan gula nan tidak diperlukan.

Konsumsi rutin minuman tinggi gula dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit kronis dan kematian dini. Air putih alias air kelapa bisa menjadi pengganti nan lebih sehat untuk hidrasi harian.

4. Selai kacang rendah lemak

Produk rendah lemak sering dianggap lebih sehat, termasuk selai kacang. Padahal, lemak sehat dalam kacang justru berfaedah bagi jantung dan metabolisme.

Dalam banyak kasus, lemak nan dikurangi digantikan dengan gula tambahan alias bahan olahan lain untuk menjaga rasa. Hal ini justru menurunkan nilai gizi produk tersebut.

5. Dendeng daging

Dendeng alias olahan daging kering memang praktis dan tinggi protein. Namun, produk ini termasuk dalam kategori daging olahan. Konsumsi daging olahan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit kronis dan nomor kematian.

Kandungan garam nan tinggi juga menjadi aspek tambahan nan perlu diperhatikan.

6. Protein bar

Protein bar sering menjadi pilihan sigap untuk camilan sehat. Namun, banyak produk mengandung gula tambahan, lemak jenuh, dan natrium dalam jumlah tinggi.

Mengutip HuffPost, para mahir menyebut sebagian besar protein bar tidak memberikan faedah signifikan untuk umur panjang. Produk ini tetap bisa dikonsumsi dalam kondisi tertentu, misalnya saat berjalan dan tidak mempunyai akses ke makanan utuh.

Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan akibat penyakit jantung. Karena itu, krusial membaca label dan memilih produk dengan komposisi nan lebih sederhana.

7. Minuman alkohol rendah kalori

Minuman bercap rendah kalori kerap dianggap lebih aman. Padahal, konsumsi alkohol tetap mempunyai akibat negatif terhadap kesehatan.

Dalam jumlah berlebihan, alkohol dapat meningkatkan akibat penyakit hati, gangguan kognitif, hingga penyakit jantung. Minuman non-alkohol rendah gula bisa menjadi pilihan nan lebih aman.

8. Susu nabati berperisa

Susu nabati seperti almond alias oat milk semakin terkenal sebagai pilihan sehat. Namun, jenis berperisa sering mengandung gula tambahan nan cukup tinggi.

Jika dikonsumsi tanpa disadari, ini bisa menjadi sumber gula tersembunyi dalam pola makan sehari-hari. Versi tanpa pemanis tambahan menjadi pilihan nan lebih baik.

Para mahir menekankan bahwa akibat makanan terhadap kesehatan tidak berdiri sendiri. Pola makan secara keseluruhan jauh lebih menentukan.

Pola makan tinggi makanan ultra-proses, gula tambahan, garam, lemak jenuh, serta alkohol diketahui dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini berangkaian erat dengan beragam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.

Menghindari makanan tertentu sepenuhnya bukan satu-satunya solusi. Pendekatan nan lebih realistis adalah mengonsumsi makanan secara seimbang dan sadar.

Makanan tetap bisa dinikmati selama tidak berlebihan dan diimbangi dengan pilihan nan lebih bernutrisi. Dengan begitu, tujuan hidup sehat dan umur panjang bisa dicapai tanpa kudu mengorbankan kenikmatan makan.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle