7 Cara Membangun Kebiasaan Baru Agar Tidak Berhenti Di Tengah Jalan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 22 Jun 2026 20:15 WIB

Cara membangun kebiasaan baru agar lebih mudah memperkuat dan melangkah konsisten. Ilustrasi. Cara membangun kebiasaan baru agar lebih mudah memperkuat dan melangkah konsisten. (Pixabay/LouAnna)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Memulai kebiasaan baru biasanya terasa mudah di awal. Hari pertama tetap semangat, hari kedua tetap kuat, lampau beberapa hari kemudian mulai goyah dan kembali lagi ke pola nan lama.

Kebiasaan baru terkadang tidak cukup dibangun dengan motivasi, tetapi lewat tindakan mini nan diulang dalam situasi nan sama. Berikut tujuh langkah membangun kebiasaan baru agar lebih mudah bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mulai dari kebiasaan kecil

Kesalahan nan sering terjadi saat memulai kebiasaan baru adalah memasang sasaran terlalu besar. Ingin olahraga satu jam setiap hari, membaca puluhan halaman, alias langsung mengubah pola hidup dalam semalam.

Padahal, seperti nan dikutip dari studi European Journal of Social Psychology, kebiasaan lebih mudah memperkuat jika dimulai dari langkah kecil.

Misalnya, jalan kaki 10 menit, membaca dua laman sebelum tidur, alias minum satu gelas air setelah bangun tidur. Tujuannya bukan kudu langsung sempurna, tetapi membiasakan tubuh dan pikiran untuk memulai.

2. Lakukan di waktu nan sama

Ilustrasi Jam WekerIlustrasi. Kebiasaan lebih mudah melekat jika dilakukan di waktu-waktu nan sama. (Foto: condesign/Pixabay)

Kebiasaan lebih mudah melekat jika punya tempat nan jelas dalam rutinitas harian. Pengulangan dalam konteks nan sama membantu otak membentuk asosiasi. Lama-kelamaan, satu aktivitas bisa menjadi pemicu bagi kebiasaan baru.

3. Jangan terpaku pada mitos 21 hari

Banyak orang percaya kebiasaan baru pasti terbentuk dalam 21 hari. Kenyataannya, proses setiap orang berbeda. Studi tentang Time to Form a Habit menunjukkan kebiasaan bisa mulai terbentuk dalam sekitar dua bulan, tetapi waktunya sangat bervariasi.

Terdapat banyak aspek nan memengaruhi, mulai dari frekuensi, waktu pelaksanaan, jenis kebiasaan, rasa menyenangkan dari aktivitas itu, hingga keahlian mengatur diri. Jadi, jika kebiasaan belum otomatis dalam tiga minggu, itu bukan tanda gagal. Bisa jadi tubuh hanya butuh waktu lebih panjang.

4. Pakai rumus "kalau-maka"

Niat seperti mau lebih sehat alias mau lebih produktif memang terdengar baik, tetapi tetap terlalu umum. Agar lebih mudah dilakukan, buat rencana nan spesifik.
Strategi ini disebut implementation intention. Polanya sederhana, "kalau X terjadi, maka saya bakal melakukan Y."

National Cancer Institute menjelaskan implementation intentions membantu mengubah niat menjadi tindakan nyata. Dengan rencana nan jelas, seseorang tidak perlu terus menunggu mood alias motivasi datang.

5. Tempelkan ke rutinitas lama

Kebiasaan baru lebih mudah dilakukan jika ditempelkan pada rutinitas nan sudah ada. Cara ini dikenal sebagai habit stacking.

Melansir dari The Washington Post, habit stacking sebagai strategi membangun kebiasaan dengan memakai rutinitas lama sebagai pemicu. Dengan langkah ini, kebiasaan baru tidak berdiri sendiri. Ia 'menumpang pada aktivitas nan sudah otomatis dilakukan setiap hari.

6. Buat semudah mungkin

Kebiasaan nan terlalu susah biasanya sigap ditinggalkan. Karena itu, buat langkah awalnya semudah mungkin. Jika mau rutin olahraga, letakkan sepatu olahraga di tempat nan terlihat.

Jika mau membaca, taruh kitab di samping tempat tidur. Jika mau mengurangi ngemil, jangan simpan camilan terlalu dekat dengan meja kerja.

Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity menyebut intervensi pembentukan kebiasaan efektif memperkuat kebiasaan aktivitas fisik. Ini menunjukkan olahraga alias aktivitas sehat lain lebih mudah terbentuk jika ada strategi nan jelas, bukan hanya mengandalkan semangat.

7. Lanjutkan lagi meski sempat bolong

Konsisten bukan berfaedah kudu selalu sempurna. Melewatkan satu hari tidak otomatis membikin kebiasaan gagal. nan krusial adalah kembali melanjutkan besok hari. Jangan sampai satu hari terlewat berubah menjadi argumen untuk berakhir total.

Kebiasaan baru dibangun lewat pengulangan jangka panjang. Sesekali kandas tetap wajar, selama tidak berakhir sepenuhnya.

[Gambas:Video CNN]

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle