6 Pakaian Ini Tak Perlu Langsung Dicuci Setelah Dikenakan, Apa Saja?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 22 Jun 2026 21:00 WIB

Ada beberapa jenis busana nan tak perlu langsung dicuci setelah sekali pakai agar bahan kainnya tetap awet. Ilustrasi. Ada beberapa jenis busana nan tak perlu langsung dicuci setelah sekali pakai agar bahan kainnya tetap awet. (Pixabay/acworks)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mencuci pakaian memang krusial untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Namun, tidak semua jenis busana kudu langsung dicuci setelah sekali dipakai.

Ternyata, ada beberapa busana nan tak perlu langsung dicuci setelah dikenakan agar umur pakainya lebih panjang dan warnanya tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakaian nan tak perlu langsung dicuci

Mengutip dari Real Simple, berikut ini beberapa jenis busana nan bisa Anda pakai beberapa kali dulu sebelum dicuci.

1. Jeans

Jeans termasuk salah satu busana nan paling sering dicuci berlebihan. Padahal, denim merupakan bahan nan sangat kuat dan tidak mudah menyerap keringat.

Jika tidak terlihat kotor alias berbau, Anda cukup mengangin-anginkan jeans setelah dipakai. Idealnya, jeans cukup dicuci setelah 4-6 kali pemakaian agar warnanya tetap awet dan kainnya tidak sigap rusak.

2. Piyama

Piyama biasanya dipakai saat tidur, sehingga tidak langsung terkena kotoran alias aroma badan nan berat.

Kalau Anda mandi sebelum tidur dan tidak berkeringat berlebihan, piyama bisa dipakai hingga 3-4 kali sebelum dicuci. Namun, jika Anda termasuk orang nan mudah berkeringat saat tidur, sebaiknya piyama dicuci lebih sering.

3. Celana panjang dan celana formal

Celana panjang alias celana umum seperti celana bahan, biasanya mempunyai potongan dan lipatan unik nan bisa rusak jika sering dicuci di mesin cuci.

Oleh lantaran itu, busana ini cukup dicuci setelah dipakai sekitar 5 sampai 10 kali, alias sekitar dua kali dalam jangka waktu 3-4 bulan. Membersihkannya dengan langkah dry cleaning alias setrika uap juga bisa membantu menjaga corak celana.

4. Jaket dan blazer

Jaket dan blazer biasanya dipakai sebagai lapisan luar dan tidak langsung menyentuh kulit, sehingga tidak mudah kotor. Karena bentuknya nan terstruktur, busana ini tidak cocok dicuci terlalu sering.

Sebaiknya jaket dan blazer dibersihkan dengan dry cleaning alias disemprot uap setiap 5-10 kali pemakaian alias setiap 3-4 bulan sekali.

5. Sweater

Ilustrasi sweaterFoto: Pixabay/caradecabra
Ilustrasi sweater dan kardigan.

Sweater dan kardigan juga termasuk busana nan bisa dipakai berulang kali tanpa kudu segera dicuci. Outwear ini biasanya dipakai di atas busana lain, jadi tidak langsung kontak dengan keringat alias minyak kulit.

Kamu bisa mencuci sweater setelah 5-7 kali pemakaian, selain jika terkena noda alias aroma nan menyengat.

6. Bra

Bagi para perempuan, bra merupakan busana nan cukup sensitif dan perlu perawatan khusus. Namun, bra tidak kudu dicuci setiap kali dipakai, selain Anda berkeringat banyak.

Umumnya, bra bisa dipakai 3-4 kali sebelum dicuci. Saat mencucinya dengan mesin cuci, gunakan kantong laundry berbahan jaring agar bra tidak rusak dan tetap awet.

Lalu apa nan kudu dicuci setelah sekali pakai?

hands of a young girl put clothes in the washing machine drumFoto: iStockphoto/Yta23
ilustrasi mencuci pakaian.

Meski ada beberapa busana nan bisa dipakai beberapa kali sebelum dicuci, ada juga jenis busana nan wajib dicuci setiap kali selesai dipakai. Contohnya, busana dalam, kaus kaki, legging, dan busana olahraga.

Menurut Anthony Rossi, mahir dermatologi berbasis di New York, di tubuh kita hidup banyak "makhluk", seperti mikrobioma dan bakteri.

"Kemudian dari aktivitas sehari-hari, kita berkeringat. Itu hanya bakal menghasilkan kelembapan dan lingkungan di mana kuman ini dapat berkembang biak secara berlebihan," ujar Rossi, seperti dilansir CNN Health.

Beberapa orang mungkin sering membiarkan busana olahraga kering dengan langkah diangin-anginkan tanpa dicuci terlebih dahulu. Namun langkah ini juga tidak efektif.

"Panas bakal membikin kuman berkembang biak. Suhu panasnya tidak cukup untuk mensterilkan pakaian," kata Rossi.

Rossi menyarankan untuk segera mencucinya dengan detergen, sebisa mungkin dengan air panas untuk membantu mengeluarkan kotoran dan minyak dari serat kain.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle