CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa tanda burnout nan sering tak disadari. (Getty Images/iStockphoto/RyanKing999)
Jakarta, CNN Indonesia --
Burnout sering dianggap sekadar rasa capek biasa akibat pekerjaan nan menumpuk. Padahal, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan mental, emosional, hingga bentuk jika dibiarkan terlalu lama.
Seseorang nan mengalami burnout biasanya merasa kehabisan energi, kehilangan motivasi, dan susah menikmati aktivitas sehari-hari. Burnout juga tidak selalu berangkaian dengan pekerjaan. Tekanan hidup, tanggung jawab keluarga, hingga rutinitas nan melangkah terus-menerus tanpa jarak bisa menjadi pemicunya.
Psikolog Adam Borland, PsyD, menjelaskan bahwa burnout kerap datang perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari saat dirinya sudah berada di titik kelelahan ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Anda terbiasa melaju sangat cepat, lampau sedikit mengurangi ritme, Anda mungkin tetap tetap bergerak terlalu sigap tanpa sadar," jelas Borland mengutip Cleveland Clinic.
Burnout memang mirip dengan depresi, tetapi keduanya berbeda. Burnout biasanya mengenai dengan situasi tertentu, seperti pekerjaan alias tekanan hidup, sementara depresi tidak selalu mempunyai pemicu nan jelas.
Berikut beberapa tanda burnout nan sering muncul tanpa disadari:
1. Selalu merasa capek secara bentuk dan mental
Salah satu tanda burnout paling umum adalah rasa capek nan terus-menerus, apalagi setelah tidur alias libur seharian.
Melansir Legacy Community Health, tubuh terasa berat, pikiran susah fokus, dan daya seperti terkuras sepanjang waktu. Dalam beberapa kasus, kelelahan ini juga bisa memicu keluhan bentuk seperti sakit kepala, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, hingga daya tahan tubuh menurun.
Kondisi ini berbeda dengan capek biasa nan umumnya membaik setelah beristirahat. Pada burnout, rasa capek justru terasa menetap dan makin mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Kehilangan minat pada perihal nan dulu disukai
Burnout juga bisa membikin seseorang kehilangan kesukaan pada hal-hal nan sebelumnya menyenangkan.
Aktivitas seperti berkumpul dengan teman, menjalani hobi, apalagi bekerja terasa seperti beban. Banyak orang akhirnya menjalani hari hanya sekadar rutinitas tanpa betul-betul menikmati apa nan dilakukan.
Tak sedikit pula nan mulai menarik diri dari lingkungan sosial lantaran merasa terlalu capek secara emosional.
3. Mudah marah dan berpikir negatif
Perubahan emosi menjadi salah satu sinyal burnout nan sering diabaikan.
Seseorang mungkin menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, susah sabar, alias merasa semuanya melangkah buruk. Dalam kondisi tertentu, burnout juga bisa memunculkan sikap sinis terhadap pekerjaan maupun orang lain.
Kelompok dengan tekanan emosional tinggi seperti tenaga kesehatan, pengajar, alias caregiver disebut lebih rentan mengalami kondisi ini lantaran tuntutan pekerjaan nan besar dan sulitnya memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan.
Jika tidak ditangani, emosi negatif tersebut dapat berkembang menjadi rasa frustrasi hingga menyalahkan diri sendiri.
4. Tubuh mulai memberi sinyal
Burnout bukan hanya soal mental. Tubuh juga bisa memberikan tanda-tanda nan tidak boleh diabaikan.
Beberapa indikasi nan sering muncul antara lain susah tidur, perubahan nafsu makan, sakit kepala berulang, mudah sakit, hingga jantung berdebar akibat stres berkepanjangan.
Banyak orang menganggap indikasi ini sebagai masalah kesehatan biasa, padahal tubuh sebenarnya sedang merespons tekanan emosional nan terus terjadi.
Karena itu, krusial untuk mulai mendengarkan sinyal tubuh dan memberi diri waktu untuk beristirahat.
5. Merasa tidak berfaedah dan putus asa
Tanda burnout lainnya adalah munculnya emosi bahwa semua upaya terasa sia-sia.
Seseorang mungkin merasa pekerjaannya tidak pernah cukup baik, meski sudah berupaya keras. Kondisi ini sering terjadi pada orang nan terus memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi alias membuktikan keahlian diri.
Perasaan kandas dan tidak efektif tersebut dapat berkembang menjadi putus asa jika tidak segera ditangani.
Burnout memang bukan gangguan medis, tetapi dampaknya bisa serius jika dibiarkan terlalu lama. Karena itu, krusial untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal.
Memberi waktu istirahat, menetapkan batas dalam bekerja, menjaga pola hidup sehat, hingga mencari support ahli dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan diri dari burnout.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·