Warna Keju Menunjukkan Kandungan Nutrisinya? Ternyata Begini Faktanya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Keju datang dalam beragam warna, mulai dari putih pucat, kuning muda, hingga oranye terang. Tak sedikit orang nan menganggap keju berwarna lebih kuning alias oranye mempunyai kualitas nan lebih baik dibandingkan keju berwarna putih.

Padahal, warna keju tidak selalu mencerminkan kualitas maupun kandungan gizinya. Sejumlah penelitian menunjukkan warna keju dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari kandungan beta-karoten dalam susu, jenis pakan ternak, hingga penggunaan pewarna alami dalam proses produksinya.

Lalu, benarkah warna keju bisa dijadikan patokan untuk menilai kualitas nutrisinya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Warna Keju Bisa Berbeda-beda?

Warna merupakan salah satu karakter pertama nan diperhatikan konsumen saat memilih keju. Namun, warna keju sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh proses pengolahan, melainkan juga oleh komposisi susu nan digunakan sebagai bahan baku.

Sebuah tinjauan ilmiah nan diterbitkan dalam jurnal Dairy menjelaskan bahwa sebagian besar keju dari susu sapi mempunyai warna kuning alami nan berasal dari beta-karoten, ialah pigmen nan diperoleh sapi dari pakan hijauan seperti rumput. Saat proses pembuatan keju berlangsung, pigmen tersebut menjadi lebih terlihat sehingga menghasilkan warna kuning unik pada keju.

Kandungan beta-karoten dalam susu juga dapat berubah tergantung jenis pakan dan musim. Penelitian nan diterbitkan dalam Journal of Dairy Science menemukan bahwa produk keju nan berasal dari sapi nan lebih banyak mengonsumsi rumput condong mempunyai warna kuning nan lebih intens lantaran kandungan beta-karoten nan lebih tinggi. Sebaliknya, keju nan dibuat dari susu dengan kandungan beta-karoten lebih rendah umumnya mempunyai warna nan lebih pucat.

Selain aspek alami, warna keju juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan pewarna pangan. Salah satu pewarna nan paling umum digunakan adalah annatto, pewarna alami nan berasal dari biji tanaman Bixa orellana. Menurut tinjauan nan dipublikasikan dalam Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, annatto telah lama digunakan dalam pembuatan beragam jenis keju, terutama cheddar, untuk menghasilkan warna kuning hingga oranye nan lebih konsisten.

Karena dipengaruhi oleh banyak faktor, warna keju tidak selalu menunjukkan bahwa suatu keju lebih baik dibandingkan keju lainnya. Bahkan, penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap cheddar menemukan bahwa sebagian besar responden tidak menganggap warna sebagai penentu kualitas keju.

Apa nan Perlu Dilihat Saat Memilih Keju?

Salah satu langkah nan dapat dilakukan adalah dengan memandang info nilai gizi pada bungkusan produk, terutama kandungan protein, lemak jenuh, natrium (garam), dan kalsium. Protein berkedudukan krusial dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh serta membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Secara umum, keju dengan kandungan protein nan lebih tinggi dapat menjadi pilihan nan baik untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

Selain protein, kadar lemak jenuh juga perlu dicermati. Berbagai pedoman gizi merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh lantaran konsumsi berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL alias kolesterol "jahat" dalam darah. Karena itu, konsumen dapat membandingkan kandungan lemak jenuh antarproduk sebelum memutuskan membeli.

Kandungan natrium alias garam juga krusial diperhatikan. Beberapa jenis keju mengandung natrium nan relatif tinggi akibat proses pengolahannya. Konsumsi natrium berlebihan diketahui dapat meningkatkan akibat tekanan darah tinggi, terutama pada perseorangan nan sensitif terhadap garam.

Di sisi lain, kandungan kalsium dapat menjadi nilai tambah lantaran mineral ini berkedudukan krusial dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Dengan demikian, saat memilih keju, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada warnanya, tetapi juga memperhatikan keseimbangan kandungan protein, kalsium, lemak jenuh, dan natrium nan tercantum pada label gizi.

Simak Video "Video: Awas, Nutrisi Penting Hilang Saat Masak gara-gara Kesalahan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)

Sumber detik-health