Warga Bantu Negara

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Ditengah beragam tekanan ekonomi akibat dampak perang di Timur Tengah, pemerintah Indonesia lebih memilih untuk menjaga daya beli masyarakat. Hal nan perlu diapresiasi adalah keputusan untuk menunda kenaikan nilai BBM saat nilai minyak bumi kian melambung akibat rantai pasok nan terhambat.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Menteri Keuangan menekankan jika nilai BBM tidak bakal dinaikkan setidaknya hingga akhir 2026 mendatang. Terkait perihal itu, Purbaya Yudhi Sadewa kemudian mengatakan jika fiskal dalam negeri tetap kuat menopang beban subsidi kepada masyarakat.

"Jadi itu saya mau menegaskan lagi, masyarakat nggak usah khawatir, nggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih, beunghar, beunghar (kaya raya). Jadi, duit kita cukup. Jadi, setiap kebijakan nan diberikan tadi, tentu ada akibat biayanya ke kami dan kami sudah hitung cukup," ujar Purbaya dalam konvensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya menjaga ekonomi masyarakat, kebijakan itu disebut sebagai upaya pemerintah untuk menenangkan psikologis masyarakat. Dengan demikian, tidak naiknya nilai BBM nonsubsidi tidak bakal berkapak pada kenaikan pasokan lainnya.

Meski demikian, penundaan kenaikan nilai BBM nonsubsidi ini dinilai perlu didukung dengan penambahan stok. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Menurutnya, meskipun Indonesia mempunyai cukup anggaran, stok minyak di pasar internasional mengalami penurunan. Oleh karena itu, persediaan BBM dalam negeri sepatutnya kudu dijaga.

Terkait perihal ini, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia menyebut jika pemerintah tengah menggodok rencana pengalihan sumber impor BBM RI. beberapa negara nan disiapkan menjadi sumber impor BBM Indonesia antara lain Amerika, Australia, serta Rusia.

"Jadi, kita jangan milih-milih sekarang. Kita dari negara mana aja nan krusial ada. Itu pun kita tetap kudu berebut dengan negara lain," kata Bahlil, dikutip dari detikFinance, Senin (6/4).

Sementara itu, dengan bakal berjalannya kebijakan Work From Home (WFH) nan bagi ASN dan pekerja swasta, pemerintah berupaya menekan konsumsi daya oleh masyarakat. Lalu apa nan bisa dilakukan penduduk untuk membantu negara? Simak diskusinya dalam detikSore.

Menuju buletin daerah, detikSore bakal mengulas lebih dalam peristiwa ledakan sebuah pabrik baja di Waru, Malang, Jawa Timur. Merangkum detikJatim, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4) siang. Peristiwa itu mengagetkan penduduk sekitar. Lontaran partikel ledakan apalagi sampai merusak rumah penduduk nan dekat dengan letak kejadian. Apa karena terjadinya ledakan ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJatim langsung dari lokasi.

Menuju ke Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, detikSore bakal mengikuti perkembangan buletin soal temuan barang mirip torpedo. Benda ini ditemukan oleh penduduk setempat di area pantai sebelah barat area wisata unggulan NTB tersebut. Mengutip detikBali, saat ini polisi menerjunkan Jihandak guna mempelajari dan mengamankan barang tersebut. Bagaimana hasil temuannya? Simak laporannya dalam detikSore.

Beralih ke rumor kesehatan, detikSore bakal menghadirkan organisasi unik untuk menutup bagian hari ini. Seperti diketahui, banyak orang obesitas nan merasa tidak nyaman berolahraga di ruang publik. Sebagian mereka tidak percaya diri dengan performa mereka. Dari sinilah muncul aktivitas "Gendut Berlari" nan menjadi wadah kondusif dan mendukung bagi penduduk nan tidak percaya diri untuk memulai hidup sehat.

Inisiatif ini digagas oleh pembuat konten asal Solo, Topik Sudirman. Muncul pada April 2025 lalu, buahpikiran ini berangkat dari pengalaman pribadinya nan mau menurunkan berat badan dengan olahraga. Alih-alih mendapat dukungan, Topik justru kerap menerima komentar negatif.

Bersama sejumlah rekannya kemudian dia membentuk Gendut Berlari sebagai sebuah social movement. Lantas, sejauh mana organisasi ini bisa menjadi safe space untuk orang-orang nan minder berolahraga lantaran corak tubuhnya? Seperti apa program latihan lari nan diterapkan? Temukan jawabannya berbareng Kapten Gendut Berlari Region Jakarta, Qodrat Multazam jelang mentari terbenam nanti.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Sumber finance